<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723</id><updated>2012-02-16T17:02:03.994+07:00</updated><category term='Sekapur Sirih'/><title type='text'>bunda keisha</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2584806434879731012</id><published>2012-02-08T09:23:00.003+07:00</published><updated>2012-02-08T09:45:08.738+07:00</updated><title type='text'>Episode memaafkan dan melupakan (rindu seorang anak)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memaafkan adalah obat. Dengan memaafkan, berarti melepaskan berton-ton beban yang menghimpit menekan dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu teorinya. Sungguh, memaafkan itu butuh keikhlasan. Ikhlas itu harus dilatih terus menerus. Harus dipupuk. Tak mudah untuk melupakan peristiwa yang melukai hati, meninggalkan trauma yang susah untuk disembuhkan. Luka itu kadang menganga kembali, jika tiba-liba lintasan peristiwa itu tiba-tiba hadir lagi dipikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang aku mikir, kenapa begitu sulit untuk melupakan? Kenapa begitu sulit untuk mengecat kembali dinding yang penuh coretan kasar. Pun, dengan melihat jasanya padaku yang begitu besar, aku masih juga susah untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika boleh kuberangan-angan, ingin rasanya aku letakkan kepalaku dalam pangkuannya, trus larut mendengarkan nasihat-nasihat yang begitu menentramkan yang keluar dari bibirnya. Lalu, disaat yang lain, tangan kami bergandengan menuju pasar tradisional dekat rumah, semantara tanganku yang lain menjinjing tas untuk belanjaan. Setibanya kami di rumah, disambut sosok lain yang sedang akrab membersihkan ternak. Lalu, setelah acara memasak beres, mereka, aku dan keluargaku akan makan bersama satu meja. Suasana makan yang hangat, penuh kekeluargaan, dengan kadang diselingi canda tawa. Sungguh acara makan yang berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apa yang aku angankan diatas amat jauh dari kenyataan. Dari semenjak aku memutuskan mandiri dan menemukan jodohku, tak pernah aku mendapatkan nasihat seperti yang umumnya didapatkan pasangan baru lainnya. Tak mendapatkan sangu, bagaimana seharusnya menghadapi rumat tangga, dan mencari solusinya. Tak pernah aku ditanya bagaimana pekerjaanku, bagaimana rekan kerjaku. Bagaimana aku tinggal di lingkunganku dsb. Setiap aku pulang, dari semenjak aku menikah tak pernah kami makan bersama satu meja denganku, dengan suamiku. Selalu mereka menawariku makan setelah mereka selesai makan. Ketika di rumahku pun, saat acara makan, mereka tak pernah makan dalam satu ruangan. Aku sungguh sebal. Mungkin ini hal kecil. tapi justru hal kecil inilah yang bisa merekatkan hal yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat aku pulang, tak pernah aku dapat wejangan-wejangan, padahal aku sangat ingin mendengarnya. Juga, saat aku telpon, tak ada obrolan serius dan hangat, yang ada hanyalah basa basi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berusaha mendekat, tapi mereka tetap jauh, aku tak dapat merengkuh. Semoga nanti aku lebih bisa bersikap hangat pada anak-anakku, agar mereka tak memendam kekecewaan yang mendalam. Agar anak-anakku bisa menghormatiku, menyayangiku dan menghargaiku dengan ikhlas, bukan hanya karena kewajiban saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2584806434879731012?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2584806434879731012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/02/episode-memaafkan-dan-melupakan-rindu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2584806434879731012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2584806434879731012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/02/episode-memaafkan-dan-melupakan-rindu.html' title='Episode memaafkan dan melupakan (rindu seorang anak)'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-9147888471934265512</id><published>2012-02-01T09:31:00.003+07:00</published><updated>2012-02-01T09:48:47.028+07:00</updated><title type='text'>BENARKAH TRAUMA ITU TAK BISA DISEMBUHKAN?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sering melukainya. Gadis kecil yang seharusnya penuh kusayang-sayang, malahan sering jadi pelampiasan kemarahan dan kekesalanku. Ada saja tingkah lakunya yang membuatku marah. Mengapa dia tak tumbuh menjadi anak manis. Setiap kutanya pada pengasuhnya, gimana sikapnya ketika aku tak ada di rumah? Selalu pengasuhnya menjawab, sikapnya biasa saja, tidak suka berteriak, ngomong tidak kasar dan cenderung nurut. Akan tetapi, kenapa setiap kali aku menginjakkan kakiku, kembali masuk ke rumah ini, sikapnya selalu berubah? Minta ini itu tak kenal waktu, gak melihat keadaan orang tuanya yang pulang dengan raut wajah capek, setelah berdesakan di kereta atau macet di jalan. Mengapa ketika aku dirumah, sikapnya selalu agresif ke adiknya, merebut mainan dengan kasar, mencubit dan kadang mengayun-ayunkan tangan dan kaki adiknya seolah adiknya itu adalah boneka.&lt;br /&gt;Ya Allah, emosiku selalu tak terkontrol menghadapinya. Aku sering putus asa, dan aku selalu kelepasan. Aku sering mencubitnya, untuk meredakan emosiku yang berkecamuk. Setiap dia menangis dan menjerit, semakin membuatku marah. Bahkan nada ancaman sering keluar dari mulutku. Sungguh, aku bukannya senang menyakiti anakku. Tapi, aku benar-benar habis kesabaran. Aku memang bukan ibu yang baik. Hatiku menangis, setiap melihatnya tertidur nyenyak disampingku. Kupeluk dan kuusap rambutnya, kulihat bekas cubitanku dikakinya yang kutakutkan meninggalkan bekas. Dengkur halusnya begitu teratur. Dalam kesenyapan malam dan cahaya kamar yang remang, aku merenung. Mengapa, anak yang dulu begitu aku harapkan sering aku sakiti. Sering aku ragukan kemampuannya. Sering aku anggap tak bisa melakukan apapun. Mengapa setiap marah, lidahku begitu teratur, lancar, mengeluarkan kata demi kata yang sering diucapkan ibuku dulu. "Begitu aja enggak bisa, emangnya kamu bisanya ngapain sih?". Banyak kata kata lain yang ketika aku 100 % sadar, aku sendiri merinding mengucapkannya. Mengapa setiap aku marah, aku melihat seakan ada bayangan ibu yang sedang memarahiku. Selalu bayangannya yang muncul setiap aku marah, ataupun sedang kesal terutama dengan anakku. Dan, kata-kata yang dulu diucapkan ibuku padaku, mengapa aku ulangi, kuucapkan juga pada anakku.&lt;br /&gt;Ternyata, trauma itu memang membekas, tak bisa hilang, hanya mungkin bisa berkurang. Aku tak mau anakku mengalami tekanan sepertiku dulu. Aku ingin anakku bisa menikmati masa-masa kanak-kanaknya dengan indah. Kanak-kanak yang bebas pikirannya, penuh ceria dan bahagia.&lt;br /&gt;Aku sebenarnya malu dengan diriku, suami, anakku, juga pengasuh anakku, setiap kali kelepasan emosi. Aku ingin berubah, ingin menjadi ibu yang baik. Aku tak ingin selalu berubah-ubah, sesaat baik, sesaat menghardik.&lt;br /&gt;Anakku, maafkan bunda ya. Bundamu memang labil, bundamu mengalami tekanan yang berat semasa kecil. Bundamu tak ingin mewariskan ini padamu. Bunda ingin sembuh dari trauma ini. Bantu bunda untuk jadi bunda yang baik ya, yang selalu hangat dan menyayangimu, yang akan dengan bangga kau ceritakan pada teman-temanmu. Mudah-mudahan, bunda tak lagi menjadi bunda galak seperti yang kau ucapkan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-9147888471934265512?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/9147888471934265512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/02/benarkah-trauma-itu-tak-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9147888471934265512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9147888471934265512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/02/benarkah-trauma-itu-tak-bisa.html' title='BENARKAH TRAUMA ITU TAK BISA DISEMBUHKAN?'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-6206109117286795270</id><published>2012-01-17T13:16:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T13:17:33.229+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-6206109117286795270?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/6206109117286795270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6206109117286795270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6206109117286795270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/blog-post.html' title=''/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-6397576642898622949</id><published>2012-01-17T09:18:00.006+07:00</published><updated>2012-01-17T13:23:27.646+07:00</updated><title type='text'>MENABUNG YUK MENABUNG (menjadi diri sendiri itu lebih asyik)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang hidup pasti banyak kebutuhannya. Dari masih lajang, sampai kemudian berumah tangga dan beranak pinak, kebutuhan hidup semakin meningkat, semakin banyak. Sering merasa penghasilan anda habis begitu saja tanpa anda merasa menikmatinya? Sering merasa penghasilan anda besar, tapi setiap gajian uang hanya singgah sebentar? Gaji yang selanjutnya disebut dengan istilah penghasilan, lumayan besar tapi setiap akhir bulan saldo rekening selalu minimum? Ayo angkat tangan, siapa yang mengalami hal demikian? Ow ow. Ternyata bukan hanya anda saja. Hampir semua orang mengalaminya. Bagaimana mungkin? Penghasilan besar, kebutuhan juga standar kok bisa habis? Hm,...yakin? Coba dipikirkan lagi. Seingat saya,...dari perkataan teman-teman dan juga membaca dari sumber lain, setiap ada kenaikan penghasilan biasanya diikuti dengan perubahan gaya hidup. Ini rata-ratanya ya. Contoh nyata. Tadinya, dengan penghasilan dua juta, anda mungkin cukup puas makan di warteg. Setelah penghasilan anda menjadi empat juta, anda sudah ogah-ogahan makan diwarteg, dan berpindah ke rumah makan padang. Lalu, ketika penghasilan anda naik lagi menjadi lima juta, anda mulai pengin makannya di mall aja. Atau yang tadinya cukup dengan belanja telor aja, sekarang maunya makan dengan daging terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar penghasilan tidak habis begitu saja, dan tetap bisa menabung? Ini tips yang saat ini sedang saya lakukan ya. Berdasarkan apa yang saya baca ditanya jawab mengelola keuangan, kok tampaknya  teori sih gampang dan praktekntya amat susah.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketika anda menerima penghasilan anda, langsung sisihkan untuk yang sangat penting, yaitu   untuk cicilan, asuransi, membayar listrik dan telepon, sekolah anak, juga tabungan. Biasakan menabung diawal, bukan dibelakang. Mengapa? Karena kalo berprinsip menabung setelah ada sisa, itu sangat salah dan menjadi kurang termotivasi, berarti kalau tidak ada sisa, tidak usah menabung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah dikurangi pada point nomor 1 diatas, bagi penghasilan yang tersisa untuk belanja kebutuhan pokok rumah tangga, seperti beras, sabun, gas, juga untuk gaji pembantu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah dikurangi point 2, bagilah lagi untuk kebutuhan mingguan, transportasi berangkat dan pulang kantor, makan dan minum di kantor&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah ada sisa, bolehlah untuk memberi bantuan orang tua atau untuk sekedar makan dan tamasya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah dibagi-bagi menjadi point 1 sampai 4 tapi hasilnya masih minus juga? ini tips selanjutnya :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Membeli barang-barang karena kebutuhan, bukan karena keinginan&lt;br /&gt;   Misalnya : ada teman yang suka gonta ganti Hp, punya BB, ada yang punya Samsung     Galaxy.  Selama hp lama masih bisa untuk telpon atau sms atau internetan ya gak masalah, tak perlu latah ikut-ikutan beli. Kalau gak punya BB ntar dibilang gak gaul? So What gitu?&lt;br /&gt;b. Membeli barang karena fungsinya bukan mereknya. Paham?&lt;br /&gt;   Misalnya : Sama-sama sabun cuci piring, yang satu merek sunli**t harganya 10.000, satunya tidak begitu terkenal harganya 5.500. Kalau saya pilih yang merek tak terkenal itu, Toh sama-sama pembersih, dan terbukti khasiatnya juga. istilahnya, kalau untuk beli Sunli**t hanya dapat 1 bungkus, sedangkan untuk merek lain dapat dua.&lt;br /&gt;c. Kalau boros karena pemakaian pulsa, ganti aja operator. Dulu aku pakai Simpa**, ternyata amat boros, akhirnya karena sering error juga, pindah ke As, ternyata lebih irit. Operator lain mungkin lebih irit ya, tapi saya lum pernah nyoba&lt;br /&gt;d. Kalau boros karena pemakaian listrik, ya dihematlah listriknya.&lt;br /&gt;Menyalakan AC ketika menjelang tidur malam aja, dan jam dua atau tiga malam ketika udara sudah mulai dingin segera matikan AC nya. Menyetel kulkas bukan pada suhu terdingin, melainkan yang sedang saja. Memasukkan makanan atau minuman ke kulkas ketika sudah dingin. Kalau masih panas, kulkas butuh kerja lebih banyak dan kulkas bisa cepat rusak. Matikan TV ketika tak lagi ditonton. Gunakan penampungan air, agar tidak setiap kali membuka kran masin air berbunyi, bikin listrik melonjak&lt;br /&gt;e. Kalau jumlah anggota keluarga banyak, biasakan memasak sendiri, tidak membeli makanan dari luar. Hitung saja, keluargaku, jumlah orang (diluar bayi) ada 4. Untuk sekali makan, dengan pembelian sebungkus nasi plus lauk minimal 5 ribu aja sudah = 4 x 3 x 5000 = 60.000. Enam puluh ribu sehari? Seminggu 420.000. Lha saya untuk belanja seminggu aja habisnya gak sampai 200.000. Ya mending masak lah&lt;br /&gt;f. Bawa bekal ke kantor untuk makan siang&lt;br /&gt;Ah, entar dikira pelit amat sih untuk diri sendiri juga. Entar diledekin, duitnya ditabung mulu ya? gak pernah beli makan diluar? Suka-suka saya dong ah. Yang jelas, kalau bawa bekal dari masak sendiri, lebih terjamin kebersihannya, dan memang jadi hemat. Lha dikalibata, semangkok soto mie plus nasi aja sudah 10.000, kalo nyuruh CS, nambah ongkos lagi, jadi lumayan boros kan? jadi tipsnya, sarapan di rumah dan bawa bekal untuk makan siang di kantor&lt;br /&gt;g. Hindari mall&lt;br /&gt;Caranya? bingung juga ya, kalau diminta teman untuk menemani belanja ke mall. Untungnya aku jarang diminta untuk menemani, kecuali kalau lagi sama-sama butuh.&lt;br /&gt;h. Puasa senin kamis&lt;br /&gt;kalau yang ini, sudah agak lama dijalani kedua temanku yang cowok. Saya berpikir positifnya sih karena mereka mulai meningkat saja keimanannya. Kalau aku sendiri memang susah karena lagi punya baby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda konsisten dengan tips diatas, saya yakin saldo akhir bulan anda tidak lagi minimum. Setidaknya ada biaya-biaya yang masih bisa dikurangi.&lt;br /&gt;Besar kecilnya penghasilan, kita sendirilah yang bisa mencukupkannya. Ada yang penghasilannya sebulan satu juta, tapi masih bisa menghidupi istri dan anaknya. Ada yang penghasilannya lebih dari sepuluh juta, tapi hutangnya ada dimana-mana. Suamiku sering sekali mengurusi orang yang mau mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dari pengalamannya itulah, sering kali dia mendapati orang yang penghasilannya sampai sepuluh jutaan, tapi saldo akhir bulannya tinggal ratusan ribu. Saya sendiri beberapa kali tahu teman-temanku yang penghasilannya jauh lebih besar dariku, tetapi saldo tabungannya limited. Jadi, Standar hidup kitalah yang menentukan. Mau kerja capek tapi tak punya aset ya silakan. Mau kerja dan hidup biasa saja, tapi punya aset itu bagus.  Meski sering diledekin karena dianggap berbeda, tak masalah. Hidup adalah pilihan dan kitalah yang menentukan pilihan itu. Sebisa mungkin menabunglah dari sekarang, meski awalnya berat, sedikit-sedikit lama-lama terbiasa juag. Kita tak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Kita tak tahu kalau tiba-tiba badan sakit dan tak punya pegangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-6397576642898622949?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/6397576642898622949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/menabung-yuk-menabung-menjadi-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6397576642898622949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6397576642898622949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/menabung-yuk-menabung-menjadi-diri.html' title='MENABUNG YUK MENABUNG (menjadi diri sendiri itu lebih asyik)'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-768941884143492605</id><published>2012-01-09T15:30:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T15:34:43.167+07:00</updated><title type='text'>Terasing</title><content type='html'>Aku selalu merasa asing denganmu, sedari dulu&lt;br /&gt;Aku tak pernah tahu isi hatimu&lt;br /&gt;Sikapmu begitu asing dan kaku&lt;br /&gt;Aku tak berani menatap wajahmu&lt;br /&gt;Tak ada kedekatan antara kita&lt;br /&gt;Meskipun jasad kita berdekatan&lt;br /&gt;Tak ada bahagia dan rona ceria ketika kau ada&lt;br /&gt;Hatiku begitu tersiksa&lt;br /&gt;Kini, saat aku menjauh&lt;br /&gt;Diriku dan dirimu pun makin jauh&lt;br /&gt;Tak ada nasehatmu untukkua&lt;br /&gt;tau petuahmu yang dulu selalu kau hembuskan berapi-api&lt;br /&gt;Aku sangat merasakan kegersangan ini&lt;br /&gt;Mengapa sekian lama kita terpisah&lt;br /&gt;Tak jua muncul rasa rinduku padamu&lt;br /&gt;Mengapa tak kau peluk diriku dan rasakan kehangatanmu?&lt;br /&gt;Sungguh, aku dan kau begitu terasing&lt;br /&gt;Kuncup-kuncup rindu dan cinta tak bisa tumbuh dihatiku&lt;br /&gt;meskipun aku sudah berusaha untuk menyiram dan memupuknya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-768941884143492605?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/768941884143492605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/terasing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/768941884143492605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/768941884143492605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/terasing.html' title='Terasing'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2298561508573649088</id><published>2012-01-09T14:40:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T14:42:16.281+07:00</updated><title type='text'>JENUH</title><content type='html'>Pernahkah Anda mengalami kejenuhan? Ya. Saat ini, kejenuhan sedang terjadi padaku. Aku jenuh dengan rutinitasku yang begini-begini saja.&lt;br /&gt;Aku jenuh. Aku ingin hal baru, tapi apakah itu?&lt;br /&gt;Aku sudah telanjur berada dalam zona nyaman. Tak ingin kutinggalkan hanya kadang ingin sejenak kulupakan, dan aku ingin ada kesibukan lainnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2298561508573649088?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2298561508573649088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/jenuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2298561508573649088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2298561508573649088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2012/01/jenuh.html' title='JENUH'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1637383582135723887</id><published>2011-12-28T11:30:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T11:30:54.351+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1637383582135723887?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1637383582135723887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1637383582135723887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1637383582135723887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/blog-post.html' title=''/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-4137432874955998030</id><published>2011-12-28T11:05:00.005+07:00</published><updated>2011-12-28T11:31:11.733+07:00</updated><title type='text'>JIWA YANG TAK BEBAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba saja aku merasa sangat jauh dengan dirinya. Tak ada lagi obrolan panjang, atau bercerita apa saja. Rasanya membeku, semuanya sudah berubah. Ya,..akulah yang telah berubah. Terus terang aku sangat kecewa mendengar permintaannya. Aku bingung, bagaimana seharusnya yang kulakukan. Akupun sebenarnya tak ingin menahan keinginannya. Semua karena keadaan, yang memaksaku untuk menahannya sampai dengan detik ini.&lt;br /&gt;Siang itu, saat aku akan berangkat ujian. Tengah hari bolong, dia mengungkapkan keinginannya saat aku hendak keluar pagar. Wajahku mungkin langsung memerah, paduan antara marah dan resah. Kujawab tegas permintaannya. Pikiranku langsung kacau. Gontai aku melangkah ke jalan raya dan menyetop angkot. Pikiranku langsung melayang kemana-mana. Duh, aku sudah tak konsentrasi lagi. Padahal, semula aku berencana akan belajar sepanjang perjalanan menuju tempat ujian di Gatot Subroto. Tetapi semuanya buyar.&lt;br /&gt;Bayangan kejadian demi kejadian berkelebatan di pelupuk mataku. Saat siang dia menangis dan mencurahkan kesedihannya, ketakutannya, juga cita-citanya. Aku menasehatinya agar dia tabah, agar dia bertahan dan bisa mengejar cita-citanya untuk bisa melanjutkan sekolah, meraih mimpinya. Kuceritakan pula perjalananku, cerita hidupku yang penuh kepahitan, hingga sekarang aku bisa mendapat pencapaian seperti ini. Kulihat binar dimatanya dan tumbuhnya semangat dalam dirinya.&lt;br /&gt;Dua hari, aku tak menanyakan kelanjutan kisahnya. Hingga tiba-tiba aku membaca sms dari nomor yang tidak dikenal, yang intinya agar aku bersikap tenang menghadapi masalah yang kini di depanku. Ternyata, dia masih memendam cerita. Aku bingung mencari akar masalah ini. Kalau tak ada sebab, pasti tak ada akibat. Apa sebabnya sehingga masalah ini sekarang demikian runyam? Apa memang sebelumnya dia pernah berkeluh kesah tentang pekerjaannya? Apa penghasilannya yang menjadi perbandingan? Kemampuan dan bayaran anak yang baru belajar dan orang yang sudah dewasa dan berpengalaman kok dibandingkan, tentunya sebuah perbandingan yang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;Yah,..aku marah. Aku kecewa. Aku kesal. Tapi,..aku masih menahannya. Aku lebih baik diam. Aku sudah menasehatinya panjang lebar.  Sudah menyayanginya dan memanusiakannya semampuku, sudah mencoba untuk mengambil hatinya. Tapi,..ternyata hasil yang kudapat tak sesuai dengan harapan.&lt;br /&gt;Maafkan, aku menahanmu. Semua karena keadaan. Tak semudah membalik telapak tangan untuk mendapatkan keadaaan seperti saat ini. Saat kuajukan tantangan ini ke Saudaramu yang sangat kau takuti, saudaramu pun tak sanggup. Aku tak mau pusing dengan keadaan ini. Solusinya fifty-fifty, biar hasilnya seri. Tapi, syarat yang kuajukan tak kau penuhi, dan aku harus gigit jari? Oh tidak. Dunia ini keras, dan memang kejam. Kadang untuk mendapatkan hal yang sama, harus menukar dengan hal yang hampir sama.&lt;br /&gt;Rasanya hampa meskipun kita ada bersama, tapi terasa jauh. Aku enggan untuk berbagi cerita, karena aku sudah telanjur luka dengan bahasa dibelakangku. Aku kecewa, aku sudah membantu semampu waktuku, tapi masih kau anggap kurang. Bahkan saat aku tak bisa istirahat, akupun diam tak memprotesmu. Saat hari mulai senja dan pintu kamarmu masih tertutup, akupun berkutat sendiri di dapur, ditemani bayiku yang terayun-ayun dalam gendongan dan cepat bosan. Saat aku menyuapi si bayi dan si kakak minta ditemani, aku pun rela tanganku ditarik kesana sini. Prinsipku, semua bisa kulakukan sendiri, akan kulakukan tanpa bantuanmu.&lt;br /&gt;Perih dan sedih. Aku berusaha untuk tak mendholimimu. Aku lebih baik menjaga sikap daripada menyakitimu. Tinggal menghitung hari. Akupun tak mau perpisahan ini meninggalkan luka. Aku ingin engkau bahagia dengan jalan yang kamu pilih, meskipun pilihanmu membuatku perih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-4137432874955998030?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/4137432874955998030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/tiba-tiba-saja-aku-merasa-sangat-jauh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4137432874955998030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4137432874955998030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/tiba-tiba-saja-aku-merasa-sangat-jauh.html' title='JIWA YANG TAK BEBAS'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2330774733339818085</id><published>2011-12-27T12:10:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T12:45:52.662+07:00</updated><title type='text'>KILAS BALIK TAHUN 2011</title><content type='html'>Tinggal menghitung hari menuju ke tahun 2012. Ya Allah, terima kasih, kau panjangkan umurku sampai dengan saat ini.&lt;br /&gt;Tahun 2011, tahun yang menurutku penuh dengan tantangan, penuh dengan ujian, dan disisi lain banyak juga keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2011&lt;br /&gt;Tinggal satu bulan lagi, calon adiknya Keisha akan lahir. Aku dan suami sudah pontang-panting mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menyambut kelahirannya nanti. Dokter memperkirakan, proses persalinanku nanti akan dilakukan dengan operasi caesar, mengingat persalinan sebelumnya juga persalinan caesar, dan jabang bayiku belum juga turun ke panggul, masih melayang-layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari 2011&lt;br /&gt;Awal Februari 2011, seorang bayi laki-laki yang ganteng dan lucu, sempurna menangis keras sekali, memecah sunyi dan dinginnya ruang operasi. Mulai hari itu, kebahagianku bertambah. Kebutuhan juga bertambah. Setelah tiga hari dirawat pasca caesar, aku pulang. Ternyata, minggu depan, saat aku kontrol, anakku harus di rawat karena kuningnya tinggi. Dua hari dirawat, alhamdulillah, Faris, nama bayiku, mulai sehat. Saatnya mengadakan aqiqah yang merupakan kewajiban bagi orang tua yang mampu,  untuk Faris. Biaya melahirkan, perawatan Faris saat kuning, aqiqah, benar-benar menguras kantong. Saldo tabungan benar-benar limited.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 2011&lt;br /&gt;Gaji dan Tunjangan yang biasanya kuterima penuh, hanya kudapatkan tunjangan setengahnya. Alhamdulillah, karena aku melahirkan tahun 2011, jika terjadi tahun sebelum 2011, malah tunjangan dipotong 100%. Saat itu, suamiku masih kena potongan gaji, karena pinjam uang kantor. Saatnya berhemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2011&lt;br /&gt;Pengeluaran bertambah lagi, karena ada anggota baru, juga memerlukan pengasuh baru. Pengasuh lama yang hanya satu orang tidak mungkin bisa membagi waktu untuk mengurusi balita dan bayi yang masih merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2011&lt;br /&gt;Seorang adik ayah, lewat ibuku, berniat pinjam uang kepadaku. Maafin ya Paman, bukannya tidak mau minjemin, tapi aku masih habis-habisan, tak punya stok uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2011&lt;br /&gt;Alhamdulillah, ada gaji ke 13 dan ada tambahan tunjangan. Sesuatu banget, sangat berarti, apalagi keadaan sedang genting begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2011&lt;br /&gt;Si mbak yang baru kerja tiga bulan dirumahku, minta ijin ingin berhenti.  Ya sudah, aku bolehin aja, orang memang aku kurang cocok sama hasil kerjanya. Lelet, tidak terlaten mengurus anak kecil, malah kasihan sama mbakku yang lama yang banyak ngerjakan pekerjaannya. Hobynya telp dan sms, kasar sama anak kecil. Daripada capek ati, kulepaskan saja. Toh, dalam hatiku, aku hanya mempertahankannya sampai lebaran saja, tapi dia minta keluar, ya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2011&lt;br /&gt;Mbakku sendirian mengurus kedua anakku. Meskipun sendirian, dasarnya orangnya cekatan, kerjaan semuanya beres. tentu saja gajinya kutambahi banyak ya, biar dia merasa di hargai. Pusing juga, lebaran sebentar lagi. Bayarin THR si Mbak, ongkos pulang pergi, beliiin baju dan jajanan. Yah, inilah kewajiban majikan terhadap asistennya. Harus dilaksanakan. Untungnya, uang makanku selama ini ditabungkan bersama rekan kerja lain, jadi, bisa membantu dalam keadaan sulit begini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2011&lt;br /&gt;Lebaran kali ini, kami tak bisa pulang, dan terpaksa (hiks) berlebaran di Depok, jauh dari orang tua dan saudara. Ini di karenakan Faris masih bayi, baru enam bulan, tak tega jika dia harus kepanasan, lama dan tak nyaman di jalan. Bulan ini harus bayar semester terakhir, trus bayar wisuda dsb. dihitung-hitung jumlahnya mencapai 6 juta,..lumayan banget ya,...banyak. dan makin membuat rupiah yang mulai kukumpulkan jadi terkikis lagi. Karena tak memcukupi, akhirnya aku pinjam koperasi, sekalian setengah dari pinjaman itu aku berikan untuk membantu renovasi rumah mertuaku. Alhamdulillah, meskipun dari uang pinjaman, setidaknya aku telah memenuhi kewajibanku sebgai anak. Betapa senangnya mertuaku, ketika suamiku datang langsung ke Pemalang dan menyerahkan uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2011&lt;br /&gt;Lagi-lagi, soal pembantu. Duh Gusti, hanya kepadaMulah aku mengadu. Aku tahu, masalah ini bisa kapan saja menyapaku dan menyapa ibu-ibu lain yang bekerja sekaligus jadi IRT. Si Mbak mau menikah. Begitu cepat. Hanya kenal satu bulan trus berencana menikah. Aku pusing mikir siapa gantinya. Anakku sudah lengket banget sama dia. tapi, aku tak boleh menghambatnya. Biarlah, mungkin memang sudah tiba jodohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2011&lt;br /&gt;Awal november, kami sekeluarga pulang kampung, setelah lebaran kemarin tak bisa pulang. Kami akan merayakan lebaran haji di Kebumen. Sebagai hadiah, kubelikan dua ekor kambing besar untuk kurban kedua orang tuaku. Bahagia sekali, aku bisa membuat mereka terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2011&lt;br /&gt;Alhamdulillah, tahun segera berganti. Alhamdulillah, dalam tahun 2011 yang penuh warna ini, kami bisa melewatinya. Anak-anak yang tumbuh sehat, aku dan suami yang sehat sehingga tetap bisa bekerja, si mbak yang baik dan bertanggungjawab, adalah berkah buatku. Tahun 2012 nanti, aku harus bisa membuat perubahan yang lebih baik. Merencanakan keuangan dengan matang, adalah salah satunya. Tahun 2011 cukuplah jadi pelajaran amburadulnya aku mengelola keuangan. Banyak hal yang ingin kucapai di tahun 2012 nanti. Rasanya, capeknya bekerja terasa sia-sia jika hasil yang kudapat habis tanpa meninggalkan bekas yang bermanfaat. menabung, itu harus aku lakukan. Ah,..kapan ya punya tabungan besar sehingga bisa dijadikan modal buat usaha? Semoga Allah memudahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2330774733339818085?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2330774733339818085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/kilas-balik-tahun-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2330774733339818085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2330774733339818085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/kilas-balik-tahun-2011.html' title='KILAS BALIK TAHUN 2011'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1882781415901163608</id><published>2011-12-23T15:21:00.003+07:00</published><updated>2011-12-23T16:14:25.651+07:00</updated><title type='text'>Lihat aku,..aku sudah lebih bijak dan dewasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat,...kapan terakhir engkau bertemu denganku? Barangkali, satu, dua, lima atau sepuluh tahun lalu. Seperti apakah diriku saat terakhir bertemu denganmu? Engkau pasti dengan mudah mendeskripsikannya. "Kamu galak, jutek, egois, gampang marah, mudah tersinggung, banyak omong". Apalagi? Sepertinya cap-cap jelek begitu melekat pada diriku.&lt;br /&gt;Sahabat,...seandainya engkau bertemu kembali denganku saat ini, pasti banyak hal akan membuatmu kaget. Pertama mungkin engkau kaget, melihatku begitu terlihat tua. Ya,..umur telah memakan kemudaanku. Kulitku mulai mengeriput karena aku malas merawatnya. Aku malas memakai lotion karena aku tak punya banyak waktu untuk menyenangkan diriku, aku sibuk mengurusi rumah tanggaku, kedua buah hatiku, juga pekerjaan kantorku yang menyita waktu. Aku malas menelan vitamin E atau vitamin lain yang menghambat penuaan. Selanjutnya, engkau akan terkejut dengan hal lain. Aku kini tak sejutek dulu, tak segalak dulu. Aku sudah banyak senyum, sudah lebih bisa mengerem emosi dan memahami orang. Aku jauh lebih dewasa, lebih bijaksana. Bahkan, kata temanku yang pernah mengobrol denganku via telepon beberapa waktu lalu, dia langsung komentar. "Yan, sekarang kamu beda lho,...kamu lebih dewasa, lebih bijak". Duh, tentu bukan sembarang pujian, karena itu diucapkan oleh teman dekatku, temanku dari SMP dan masih berteman baik sampai sekarang. Alhamdulillah ya,..aku sudah berubah ke arah yang lebih baik. Rasanya aku memang harus banyak belajar, terutama belajar sabar. Belajar untuk tidak cepat bereaksi terhadap keadaan yang tiba-tiba terjadi. Misalnya begini, lagi asyik berdiri di kereta, tiba-tiba didorong oleh penumpang di sebelah kiri atau kananku, karena ada yang mau naik atau turun. Aku harus bisa berpikir positif, oh, mungkin dia terburu-buru. yah,..namanya juga pake fasilitas bersama, jadi harus sabar aja. Aku juga lebih bisa meghargai dan memahami orang lain, tak menganggap orang lain mempunyai kemampuan sama sepertiku dan sepaham seperti mauku. Contohnya, dulu kalau bajuku di seterika sama mba kurang licin, aku bilang ke mba untuk mengulang yang lebih licin. Lama-lama capek juga. Dan di kereta aku sering liat orang pada pakai baju kurang licin, padahal orang kantoran, kok mereka cuek-cuek aja. Mulai dari situ, aku mulai bisa menerima keadaanku. Pikirku, mungkin si mbak tidak bisa menyeterika dengan licin karena terburu-buru, berlomba kecepatan dengan tidurnya anakku yang mungkin bisa bangun sewaktu-waktu, atau mungkin harus mengerjakan pekerjaan lain.  Kesabaranku makin terasah ketika aku berkendara motor bersama suamiku. Aku melihat betapa ganasnya Jakarta. motor mobil angkot dan kendaraan lain beradu cepat siapa paling cepat, macet, kadang kesenggol, kadang di klakson-klakson orang, atau mobil secara tiba-tiba. Aku jadi ingat dulu ketika tahun-tahun awal pertanian. Jiwaku masih sensitif, gampang tersinggung, penginnya apa yang aku mau langsung dituruti. Aku sering menelpon suamiku jika dia terlambat pulang, dan mungkin saat itu suamiku lagi ditengah jalan. Sering sms dengan bahasa yang kadang kasar. Sering manyun ketika suamiku pamitan berangkat kerja karena sebelumnya habis diskusi yang agak sengit. Duh gusti,..ternyata aku selama ini belum menjadi istri yang baik, yang membuat tenteram hati suamiku. Tanpa kusadari aku sering membuatnya terluka, meskipun suamiku tak pernah mengatakannya. Ternyata jalanan begitu buas, andai saja suamiku memasukkan ke hati atas sikapku, kata-kataku, dan dia melamun di jalan, trus tiba-tiba tersenggol motor atau jatuh? Duh, ngeri sekali aku membayangkannya. Sejak itu, aku selalu tersenyum, saat aku pamitan sama suamiku meskipun mungkin saat itu hubunganku ma suami lagi kurang nyaman. Ada juga hal lain yang membuatku berpikir untuk berubah jadi lebih baik, karena kata suamiku aku kalo lagi emosi, marah, tampak seperti orang tak berpendidikan. "Kamu itu orang terpelajar, kalo marah itu jangan seperti orang tak sekolah". Sejak itu, aku mulai menahan diri. Apalagi setelah aku banyak membaca internet dan mendapatkan informasi yang intinya bahwa orang yang banyak marah, emosian gampang kena penyakit, misalnya jantung, tekanan darah tinggi, dan bisa stroke. Lagi pula, amarah, kebencian, bikin umur tidak panjang. Aku pun mulai mengubah perilakuku. Mulai banyak senyum, menyapa orang dengan ramah, mendengarkan curhat orang, memahami kemampuan dan kekurangan orang lain. Bagiku, hidup hanya sekali, harus dibuat nyaman dan menyenangkan. Mengapa harus dipikirkan kalo bisa dilupakan. Ternyata, setelah tidak menyimpan kesal, melupakan kesalahan yang dibuat orang lain, hidupku jauh lebih nyaman. Tadinya, ketika aku pernah kesal ke seorang tetanggaku, tapi aku tidak berani melabraknya, hanya menyimpan dalam hati. Terus terang hatiku sakit. Setiap waktu ingat dia. Membayangkan yang jelek-jelek tentang dia, pengin dia merasakan hal yang sama denganku dan lain-lain. Tetapi,..ketika aku menganggap itu bukan masalah berat, menganggapnya hanya sebagai hal kecil biasa, hanya kuanggap angin lalu, dada ini terasa plong, nyaman, dan enak. Memang benar, hidup itu jangan menyimpan dendam dan kebencian. Tak ada kesalahan yang tak bisa dimaafkan. Memaafkan dan belajar untuk melupakan.&lt;br /&gt;Tuh kan,... sekarang aku sudah lebih dewasa kan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1882781415901163608?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1882781415901163608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/lihat-akuaku-sudah-lebih-bijak-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1882781415901163608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1882781415901163608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/lihat-akuaku-sudah-lebih-bijak-dan.html' title='Lihat aku,..aku sudah lebih bijak dan dewasa'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-6393557313712595416</id><published>2011-12-15T15:29:00.003+07:00</published><updated>2011-12-15T16:16:20.361+07:00</updated><title type='text'>Mbak Siti</title><content type='html'>Mbak Siti pembantu baru di rumahku. Baru datang tanggal 09 Oktober kemarin, menggantikan mba Nana yang nikah tanggal 04 November. Alhamdulillah dapat mbak, tadinya udah mau putus asa, saat mau ditinggalkan mba nana. Alhamdulillah, bisa nemu mba Siti, itu pun bisa dibawa setelah kakeknya dan bibinya mengijinkan. Mba Siti tinggal bersama kakeknya, biasa masakin buat kakeknya. Neneknya sudah meninggal. Ibunya mba Siti sudah meninggal, ayahnya menikah lagi, dan kakak satu-satunya sudah menikah. Anaknya periang, ngomongnya banyak, dan kenceng. Anakku yang pertama langsung akrab dengannya, mungkin merasa cocok, karena Keisha juga banyak omong. Tapi tidak dengan adiknya Keisha, Faris. Faris tetap memilih mba Nana, dan tak mau digendong mba Siti ketika masih bisa memilih mba Nana.&lt;br /&gt;Aku katakan pada mba Siti, kerjamu seperti yang dikerjakan mba Nana, kamu pelajari, dan ikuti kerjaan mba Nana seperti apa. Oleh karena masih satu kampung, meskipun tadinya tak kenal wajah, mba Nana dan mba Siti cepat akrab, apalagi mereka masih sama remajanya, mba Siti 16 tahun, mba Nana &lt;br /&gt;17,5 tahun. Beberapa hari dirumahku, tampaknya mba Siti masuk angin karena tak mau tidur diatas kasur dan selalu pakai kipas angin. Alasannya udaranya panas, beda dengan di Kebumen. Bahkan karena sakit masuk anginnya, sempat mual-mual dan sempat bilang ke mba Nana, mau pulang saja. Permintaannya jelas-jelas ditolak mba Nana. "Gak usah pulang, ngapain pulang, kan udah sampai sini, betahin aja. Namanya juga masih penyesuaian diri" nasihat mba Nana. Saat itu hari sabtu, dan aku mau ke pasar. Kusuruh mba Siti untuk istirahat saja, biar cepat enakan. Aku pulang pasar, sudah mulai sembuh mba Siti.&lt;br /&gt;Mba Siti ini memang baru mau pertama kerja dirumahku. Kebiasannya yang aku kurang suka, kalau ngomong tak bisa pelan. Terus, kalau ada telpon, sedang sesibuk apapun, misalnya lagi menyetrika atau bersama anakku, tetap aja menerima telpon yang dia utamakan. Bahkan karena kelalaiannya, jilbabku pun terbakar saat disetrikanya.&lt;br /&gt;Mba Siti ini orangnya rajin, cuma masalah nyetrika memang dia belum bisa. Nyetrika masih makan waktu lama banget, bisa 3-4 jam. Kalau siang, sama sekali tak bisa nyicil nyetrika. Padahal sudah dikasi tahu mba Nana, agar dia punya target. Jadi ketika Keisha dan Faris tidur, langsung buru-buru gunakan waktu untuk nyetrika. ya sudah, karena masih baru aku maklumi saja. Setrikaan kurang licin pun tetap aku pakai, biarin lah, yang penting ga lecek banget. &lt;br /&gt;Mba Siti tampaknya capek menjaga dua anak sekaligus, tapi mau bagaimana lagi? aku mencari teman buatnya. Akhirnya aku putuskan satu pembantu aja, tetapi tentu saja gajinya aku tambahin gajinya. Aku pun masih bantuin dia dengan masak pagi-pagi, bikin bubur buat bayiku dan memandikan bayiku. Setidaknya itu bisa meringankan dia.&lt;br /&gt;Aku terus terang, merasa sayang ke mba Siti, terutama karena dia anaknya periang, bisa mengajari Keisha membaca, berhitung, anaknya kelihatan pintar. Juga, karena dia anak yatim jadi aku ingin memeliharanya dan menganggapnya sebagai saudara, bagian keluarga.&lt;br /&gt;Sebulan kerja dirumahku, tampaknya anak ini mulai ada kemajuan. Mulai bisa menyetrika siang hari, sehingga malamnya sudah tak menyetrika lagi. Menjelang dua bulan dirumahku, ada tanda-tanda yang mulai tak enak. Tadinya, ucapan Keisha bahwa mba Siti disuruh pulang sama bibinya, kuanggap ucapan anak kecil aja, tak kuanggap serius. Barulah ketika hari sabtu dan ada kesempatan ngobrol, aku tanyakan langsung ke mba Siti. Akhirnya, dia mengaku bahwa bibinya menyuruhnya pulang, katanya kakeknya sakit.&lt;br /&gt;Duh,..aku kaget dan terhenyak. Kata ibuku yang kemarin habis nelpon aku, kakeknya mba Siti sehat-sehat aja. Aku jadi bingung. Kucari tahu ke ibuku. Ibuku yang sedang kurang enak badan jadi sakit mendengar ceritaku. Akupun jadi tak enak makan. Tak nyenyak tidur. Minggu siang, ketika aku sedang berada di kamar atas. Mba Siti mendatangiku dengan mata merah karena menangis.&lt;br /&gt;"Ada apa mab?" tanyaku penasaran&lt;br /&gt;"Bunda, bibi. bunda. Bibi marah-marah dan menyuruhku pulang"&lt;br /&gt;"Kenapa kamu disuruh pulang, ada masalah apa?"&lt;br /&gt;"Aku gak tahu bunda. Masku juga menyuruhku pulang"&lt;br /&gt;Ahh,..kecewa sekali aku. ini alamat buruk. Aku bingung, siapa yang akan menjaga anakku jika si mba ini pulang. Ongkos untuk mendatangkannya ke rumahku juga sudah banyak dan rasanya belum terbayar jika dia baru kerja dirumahku dua bulan. Aku membawanya kesini pun sesuai prosedur. Dalam arti, ibuku sudah ijin ke kakeknya, sudah dibolehin sama bibinya, sudah ijin ke saudaranya yang lain. Kenapa akhirnya begini? Lagipula, mba Siti itu cucu, dan harusnya yang bertanggungjawab merawat kakeknya kan bibinya, bukan mba Siti. Bibinya aja tidak mau, kok malah menyuruh orang lain? Dan kenapa pula, bibinya hanya menelpon mba Siti, tidak meminta langsung padaku? Akhirnya, kukatakan pada mba Siti, mba kalo bibimu minta kamu pulang, tolong carikan ganti yang sebaik dan sepintar kamu.&lt;br /&gt;Beberapa hari tak ada kabar, tiba-tiba mba Siti bilang, bibinya masih minta dia pulang. Bahkan ketika aku berangkat kantor, dia langsung minta ijin padaku, "bunda, aku boleh pulang?". Aku memang pernah bilang ke mba Siti, agar dia tak bingung menghadapi persoalan ini. Kalau dia niat kerja, ya dia kan bisa bilang ke bibinya mau kerja aja. Lagipula, mba Siti bilang sendiri, masih ingin melanjutkan ke SMU atau kursus komputer. Lha kalo sekarang pulang, bagaimana dengan cita-citanya? Kalau dia pulang untuk sekolah sih tak apa-apa, lha kalo pulang untuk kembali berkutat ke dapur, ya namanya kemunduran. Seharusnya mba Siti bisa berpikir, masa depan yang menentukan dirinya sendiri, tidak bergantung pada saudara atau bibinya. Ayahnya sudah menikah lagi, kakaknya juga, bibinya ga mau menyekolahkannya. Kan berarti mba Siti sendiri yang harus berjuang? malam itu, aku dan suamiku sudah menasihatinya panjang lebar, luas dan dalam. tapi rasanya apa yang aku dan suamiku katakan tak mengena di hati mba Siti. &lt;br /&gt;"Aku bingung, bunda. Aku tak bisa konsen kerja. Aku selalu ingat kemarahan bibi"&lt;br /&gt;Ya Allah, sepertinya ini anak tak bisa dipertahankan. Aku pun tak bisa menuntut bibinya untuk mencarikan ganti. Aku hanya bisa merenung, Kenapa sih manusia itu egois? Kenapa maunya menurutkan kemauannya tapi tak memikirkan imbasnya ke orang lain? Aku pun tak tahu sebenarnya yang terjadi mba. Mungkin sebenarnya kamu tak betah kerja, tapi kamu takut untuk mengungkapkannya. Ketahuilah mba Siti, dunia diluar itu memang keras. Untuk dapat apa yang kamu mau, ya harus bekerja keras. Untuk mendapatkan uang, ya memang capek. tapi semuanya tergantung niat dan keteguhanmu. Aku tak mau mengekangmu, aku tak mau mempekerjakan orang yang sudah tak nyaman kerja dirumahku, mba. Semoga keputusanmu untuk pulang tidak kamu sesali, dan membuatmu bahagia dengan jalan yang kamu pilih. Bagaimanapun aku berterimakasih, kamu telah mau menjaga kedua anakku. Aku sudah berusaha memperlakukanmu dengan baik, sebisaku, semampuku. Aku percaya, Allah maha Tahu. Allah pasti akan memberikanku penggantimu. Aku yakin anak-anakku akan selalu dijaga oleh orang-orang yang baik, amanah, dan jujur serta sayang sama keluargaku. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-6393557313712595416?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/6393557313712595416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/mbak-siti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6393557313712595416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6393557313712595416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/mbak-siti.html' title='Mbak Siti'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-4901394270004361164</id><published>2011-12-15T15:07:00.003+07:00</published><updated>2011-12-15T15:28:55.747+07:00</updated><title type='text'>Kapan bisa mengobrol?</title><content type='html'>Setiap hari, dari Senin sampai Jum'at, hariku dipenuhi rutinitas. Bangun pukul 04.30, Shalat, membuat bubur untuk bayiku. Masak nasi untuk anak dan suamiku. Semua selesai pukul 06.00. Mandi cebar-cebur asal guyur asal basah asal gak bau keringat. Menyabun cepat-cepat, gosok gigi cepat-cepat. Selesai. Segera kuisi air ke bak mandi bayi. Selanjutnya mencopoti baju Faris, kaos dalam, celana, dan diapersnya. Mengambil kursi, dan segera kududukkan Faris diatas kursi plastik. Sambil bersenandung kecil, entah lagu cicak-cicak di dinding, atau bangun tidur, mulai kubasuh Wajah faris, kedua matanya kali aja ada kotoran mata, hidung, mulut. Saat mengelap mulutnya, pasti Faris mengeluarkan lidahnya dan ikut mencecap lap basah dibibirnya. Bersambung ke telinga kiri kanan, rambut, segera rambut kusabuni, badan, punggung, tangan kanan kiri, kaki kanan kiri. Setelah semua selesai, kupindahkan Faris ke bak mandi. Di bak mandi, faris bermain dengan riangnya. Namun sayang, keriangannya hanya sebentar. Saat dia tengah asyik main air, aku segera menariknya naik dari bak dan membalutnya dengan handuk. Kukeringkan tubuh gendutnya, kuberi minyak telon, pijat-pijat dengan kilat, kutaburi bedak dan kupakaikan kaos dalam, baju, celana dengan cepat. Kukasih mainan agar Faris anteng diatas kasur dan aku bisa bersiap memakai baju kerja dan bedak sekenanya. Semua serba cepat. Pukul 06.30, aku pun keluar rumah. Diantar mantan pacar menuju stasiun dan selalu ketinggalan kereta pertama. Kereta selalu penuh apalagi sejak pemberlakuan jadwal baru tanggal 05 Desember 2011. Pukul 07.15, sampailah di kantor, absen finger, dan mulai sarapan pagi. Baca berita bentar lalu dimulailah rutinitas sampai pukul 17.00. Pukul 17.00 kurang 5 menit, biasanya sudah banyak pegawai yang sudah mengantri di depan mesin finger print, dan aku salah satunya. Selalu berusaha dapat kereta pertama. Begitu sampai lantai dasar dan mendengar bunyi kereta lewat, pasti kaki ini langsung berlari sekuat tenaga. Kadang tidak dapat seringnya dapat. Alhamdulillah. Pukul 17.30 biasanya sudah turun di stasiun Pondok Cina. Dilanjutkan pulang ke rumah kurang lebih 10 menit perjalanan, bisa lebih, apalagi kalau lagi hujan pasti antrian keluar UI sangat panjang. Sampai dirumah, menaruh barang bawaan, mandi bentar. Selesai mandi yang asal basah dan asal guyur, ganti baju, menyapa si kakak Keisha dan menggendong Faris bentar, tak lama terdengar kumandang adzan maghrib. Faris kukasihkan ke si Mbak, aku shalat, selesai shalat, makan dan kembali menemani Faris di kamar. Saat aku selesai mandi, biasanya suamiku langsung mandi, dan shalat jamaah di masjid sebelah. Menemani Faris bermain, kadang Kakak Keisha ikut main, kadang sibuk main dengan mbaknya. kira-kira pukul 19.45, biasanya Faris udah mulai bosen dan ngasih tanda mau tidur dengan mengucek-ucek kedua matanya. Kususui dia, dan seringnya aku ikut tertidur bahkan kadang sebelum Faris tidur aku udah tidur duluan. Biasanya suamiku langsung menyelimutiku dan Faris dan mematikan lampu kamar. Shalat isya dilakukan sebangunnya aku. Bangun pagi, kembali ke rutinitas pagi? Kapan ngobrol dan cerita-cerita sama suami? kadang pas berangkat atau pulang kerja saat diatas motor. Kadang, setelah shalat maghrib. Kadang tidak ngobrol sama sekali. Bahkan ketika kakak Keisha tak sengaja menjatuhkan gelas ketika minum susu malam lalu, aku pun baru tahu keesokan paginya saat keisha bercerita. Duniaku lebih banyak sama Faris. Tidur. Untung saja kakak Keisha tak cemburu dan hanya bisa ngobrol denganku pagi hari meskipun cuma sepotong-sepotong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-4901394270004361164?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/4901394270004361164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/kapan-bisa-mengobrol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4901394270004361164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4901394270004361164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/12/kapan-bisa-mengobrol.html' title='Kapan bisa mengobrol?'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-5024184212714587001</id><published>2011-11-03T15:34:00.004+07:00</published><updated>2011-11-03T15:58:34.972+07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin (Harus) Berubah</title><content type='html'>Hari kemarin, ketika semua pekerjaan telah terselesaikan dan aku masih banyak waktu di kantor. Kubuka-buka internet, kucari kisah-kisah tentang kehidupan, tentang kesederhanan, tentang apa saja yang inspriratif. Lalu aku menemukan sebuah tulisan, tulisan yang menurutku sangat bagus, sangat mengena, kudapat dari kompasiana. Inti dari tulisan tersebut adalah, "Jika kamu marah, luapkan, lalu lupakan. Berbuat baiklah kepada orang lain, lalu lupakan. Tetapi ketika orang lain berbuat baik kepadamu, ingatlah terus dan sebarkan kebaikannya kepada orang lainnya. Jangan membenci orang, jangan menyimpan dendam. Kebencian dan dendam hanya mengotori jiwamu. Perlakukan orang lain dengan baik, meskipun dia memperlakukanmu secara buruk. Jangan iri dan dengki dengan keberuntungan orang lain. Setiap orang telah mempunyai garis keberuntungan masing-masing. Ketika engkau menerima nikmat atau gaji, Berbagilah dengan orang sekelilingmu. Dengan bersedekah, maka engkau akan semakin barokah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung dalam, setelah membaca tulisan itu. Aku introspeksi diri. Betapa aku sangat kotor. Aku sering emosi dan tak mudah melupakan. Aku sering mengingat-ingat kebaikan yang kulakukan pada orang lain, terutama ketika orang lain memperlakukanku tak sepadan dengan kebaikanku. Aku hanya sering mengingat-ingat kejelekan dan keburukan orang lain. Aku sering merasa susah berdamai dengan orang yang telah menyakitiku dan luka itu lama sembuhnya. Aku hanya berbagi sekedarnya dengan orang sekitarku. Duh, betapa pelitnya aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung. Sungguh sungguh merenung. Selama ini aku begitu sensitif dengan teman-temanku. Aku gampang sekali tersinggung dengan perkataan dan candaan mereka. Walaupun sebenarnya maksud mereka memang becanda, tetapi adakalanya memang kelewatan sih. Aku sering acuh terhadap suamiku, kurang berkomunikasi. Padahal suamiku telah begitu baik mengantar menjemputku setiap hari, ngebut-ngebut demi aku tidak tertinggal kereta. Aku sering acuh terhadap anak gadisku, lebih memperhatikan dan menyayang adiknya. Duh, betapa aku tidak adil terhadap semua orang di sekelilingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari ini aku harus berubah. Kususun rencana. Sore nanti, begitu turun kereta akan kubeli tissu dari ibu pengasong dengan anak kecilnya yang sering terlelap dalam gendongannya. Aku harus berbagi yang lebih banyak dengan sebelah rumahku yang seorang janda. Juga membelikan beberapa jajanan sehat untuk cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata begitu turun kereta, ibu penjual tissu tak ada. Kuangsurkan uangku kepada pengemis kecil dengan bapak dan adik yang selalu menungguinya menyetor uang hasil mengemisnya. Aku yakin gadis kecil, lelaki kecil dan bapak yang selalu merokok itu memang bapak dan anak. tapi aku sebal lihat bapaknya yang selalu merokok sambil menunggu setoran anaknya. Sungguh, aku harus ikhlas. Ikhlas memberi sedekah ke anak kecil pengemis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai rumah dan meletakkan tas, kuajak gadis kecilku ke warung sembako. kubeli beberapa liter beras, minyak, terigu, biskuit dan susu. Aku mengobrol dengan ibu penjualnya. Sebenarnya hubunganku dengan ibu penjual sembako kurang baik, gara-gara dia sering ikut campur masalah pembantuku yang dulu, sampai akhirnya pembantuku yang masih remaja tak betah karena sering mendengar mulut usilnya. Aku memang menegornya, dan itulah, aku akhirnya menyesalinya, menyesali hubunganku yang jadi tak baik dengan tetanggaku. Kami mengobrol agak lama, tentang pembantu baruku yang katanya pintar mengurus anakku sehingga anakku tidak sering main keluar, betah tinggal di dalam rumah.&lt;br /&gt;Segera kuberikan apa yang sudah kubeli kepada janda sebelah rumah. Alhamdulilah, aku telah meluangkan sedikit rizkiku. Malamnya, aku lebih bersikap lembut kepada anakku, juga suamiku. Kubersihkan diri ini dari dendam, kebencian dan kemarahan yang sering meledak-ledak,setiap saat. Ya Allah, ternyata berdamai dengan keadaaan apapun, bersyukur atas semua nikmatMu, ternyata sangat indah ya,..&lt;br /&gt;Aku bertekad, aku harus berubah. Semakin umur bertambah, aku harus bisa lebih bijaksana, lebih bisa menghargai setiap hal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-5024184212714587001?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/5024184212714587001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/11/aku-ingin-harus-berubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/5024184212714587001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/5024184212714587001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/11/aku-ingin-harus-berubah.html' title='Aku Ingin (Harus) Berubah'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-275559412186188798</id><published>2011-11-01T12:36:00.003+07:00</published><updated>2011-11-01T13:12:25.297+07:00</updated><title type='text'>Setelah Mba Nana Pergi</title><content type='html'>Dua minggu lalu, asisten rumah tanggaku keluar, karena akan menikah. Rasanya, langitku sudah hampir runtuh ketika aku mendengar permintaan ijinnya untuk menikah, awal Oktober lalu. Asisten yang satu ini, sebut saja Mba Nana, kerjanya bagus banget. Dia sanggup menjaga dua anakku sendirian. Anakku yang pertama usia 4,5 tahun, adiknya baru 8 bulan. Semua pekerjaan rumah beres. Setrikaan beres, dikerjakan ketika kedua anakku tidur siang. Kerjaan pagi, beres. Sebelum aku berangkat kerja, nyuci, menjemur, masak air, masak nasi dan lauk, beres. Aku hanya membuatkan makan untuk bayiku saja. Sore pun, meskipun sudah berkali-kali aku bilang, tidak usah masak mba, untuk sore, kita beli lauk matang saja. Tetapi, setiap pukul dua an mba Nana selalu sms, mau masak apa Bun? dan selalu sukses masak untuk sore. Aku pulang kerja, anak-anakku sudah bersih, sudah makan. Tinggal aku mengurus diriku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Betapa beruntungnya aku ya, asistenku itu baru berumur 17 tahun. Kutanyai, sudah punya pacar? Sudah, tapi aku enggak mau nikah cepat. masih mau ngumpulin duit dulu, jawabnya. Okelah. Pantaslah aku berangan-angan dan berharap dia bakalan lama ikut denganku. Kutaksir sekitar umur 20 tahun lah kalau mau menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh,...masalah takdir memang hanya AlLah yang Maha tahu. Lebaran idul fitri kemarin, ternyata mba Nana putus dengan pacarnya. Dan, namanya anak muda, pas lagi main ke pantai, ada cowok yang naksir, ngobrol, tukeran alamat, tukeran nomor hp. Tahu-tahu, sekembalinya dari kampung, baru aja seminggu di rumahku, dia minta ijin kalau cowoknya mau datang ke rumah. Ternyata, cowoknya ya yang ketemu pas lebaran, bukan cowok yang pernah menjemput dia untuk pulang bareng lebaran idul fitri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan,..yang lebih mengejutkanku, secara tak sengaja (sumpah loh, gak sengaja) aku mendengar ketika mba Nana lagi di telepon ibunya. Intinya, dia disuruh nikah cepat sama cowok yang baru dikenalnya sebulan. Tak tahu alasannya apa. Dua hari dua malam aku memendam cerita ini. Tak tahan rasanya, kusimpan beban ini. Tidurku tak nyenyak, makanku tak lagi banyak. Sungguh, aku sangat prihatin bagaimana dengan nasib kedua anakku? Mendapatkan asisten yang bagus di jaman ini sangatlah sulit. Sementara anakku yang besar sedang aktif-aktifnya, ngeyel-ngeyelnya, kritis-kritisnya. Adiknya lagi seneng-senengnya merangkak dan minta di tatah tatah. Duh, pusing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku telpon ibuku, kuceritakan semua bebanku. Ibuku pun baru tahu dari aku kalau mba Nana mau menikah. Berarti di kampungku belum pada tahu. Makhlumlah, mba Nana kan rumahnya lumayan dekat ma rumah ibuku, dan di kampung, biasanya berita apa pun cepat menyebar. Siangnya, ibu menelponku. Dia sudah dengar dari tetangganya Mba Nana, benar bahwa mba Nana akan menikah awal bulan November. Jleb. Hancur hatiku. pedihnya,..sakit. Lho,..??? maksudku,...aku belum puas hidup bersamanya. Selanjutnya kutodong ibuku, untuk mencarikan pengganti mba Nana secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah mendengar keluh kesahku, dan do'aku. Seminggu kemudian, ibuku datang membawa asisten baru. mba Nana masih di rumahku, sehingga bisa mengajari asisten baru. Asisten baru, sebut saja namanya Siti, masih satu kampung dengan ibuku. Anaknya periang, cenderung banyak omong. Baru mulai kerja ya di rumahku. Umurnya 16 tahun, baru lulus SMP. Biasa di kampung mengurusi kakeknya, jadi udah bisa masak, nyuci. Awal-awal, dia sempat minta pulang, katanya Depok itu panas, beda ma Kebumen yang adem. Masuk angin ternyata. Setelah dikerokin, sembuh. Dan aku nasihati, bahwa yang namanya kerja, mau di pabrik, mau di perumahan, maupun di kantoran, awalnya pasti siapa saja gak betah. Tapi, kamu harus menguatkan tekad, bahwa kamu ke sini untuk mengumpulkan uang untuk masa depanmu, untuk hidup yang lebih baik. Syukurlah, nasihatku di pakainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu lalu, tepatnya minggu sore, 23 Oktober 2011, mba Nana pamit pulang. Berkali-kali dia mengusap matanya yang terus-terusan menangis. Anakku yang besar terus menangis dan memintanya untuk tak pulang. Kulepas dia dengan permintaan maafku, jika selama mambantuku aku sering mengomelinya atau berbuat khilaf tanpa sengaja. Selamat jalan mba Nana, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu. Semoga dia benar jodohmu, dan kau tak menyesal telah memilih menikah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kulalui dengan mba Siti. Untungnya, meskipun baru mulai kerja, tapi mba Siti dasarnya memang gesit. Bangun pagi, merendam baju, memasak nasi pakai magic com dan merebus air untuk termos, minum, dan merebus botol susu. Kalau memasak untuk keluarga dan anak bayiku, barulah bagianku. Ya, setelah mba Nana pergi, aku jadi terbiasa bangun pagi. Jam 4 pagi sudah bangun, memasak, kadang masih menyuci botol, memandikan bayi, dan menyuapi, barulah kusiapkan bekalku. Sebelum aku berangkat kerja, mba Siti sudah selesai mencuci, menjemur, menyapu dan mengepel lantai. Setiap sudut dibersihkan. Kain kassa yang terpasang di jendela selalu bersih, sehari dua kali dia membongkar dan mengelap barang-barang diatas lemari. Akhirnya, kukasih tahu bahwa sehari cukup sekali saja menurunkan dan mengelap barang, toh debu-debunya tak banyak. Namanya masih baru, mba Siti belum pandai menyetrika. Sering, habis maghrib aku bantuin dia menggosok baju, setelah aku menyayang nyayang kedua anakku. Sering pula, dia tak bisa mencicil menggosok baju saat siang, karena sibuk dengan anakku. tak apa mba, kita kerjakan nanti malam. Yang penting anak-anak terurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang kerja, sering pula aku masih berkutat dengan urusan dapur, menyiapkan makan malam. Mengapa tidak beli saja lauk matang? Beli, lauknya itu-itu saja. Apalagi sekarang musim hujan, kereta sering gangguan, sampai Pondok Cina dah mau maghrib, baju udah basah kena hujan, tak enak rasanya mampir-mampir beli makan. mba Siti kerjanya makin baik dari hari ke hari. Sekarang, dia sudah jarang menerima telpon ketika sedang bekerja, tak seperti ketika baru datang di rumahku. Tadinya, setiap mendengar telpon bunyi, langsung ke kamar, dan anakku ditinggalkan begitu saja. Syukurlah, dia masih bisa dinasihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih, kau tega sekali mempekerjakan anak remaja untuk menjaga dua balita? Maaf saudara-saudara, ini bukan masalah tega gak tega. Ini masalah klasik. Tahukah Anda, betapa sulitnya cari pembantu/asisten jaman sekarang? Ibuku masih mencari satu lagi, dan sampai hari ini belum nemu juga. Kenapa gak ngambil dari yayasan saja? aku jawab tegas : Tidak. Lebih baik aku mengambil anak yang baru lulus, belum bisa kerja, aku ajari dia pelan-pelan supaya bisa kerja sesuai standarku. Kalau ngambil dari yayasan, aku takut dengan cerita -cerita yang sering kudengar. Disamping itu, kalo ngambil dari yayasan, ngambilnya aja, sekarang ini kena biaya 1 juta. belum gaji asisten yang sudah ditentukan oleh yayasan yang jumlahnya lumayan besar. Hmm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sekarang ini, hal-hal yang semula menjadi beban, bagiku jadi biasa saja, malah jadi rutinitas yang mengasyikkan. Bangun pagi, menyiapkan makan untuk anak dan suami, bukan lagi kerjaan berat. Dan suamiku sekarang lebih lahap makannya, karena ternyata masakan istrinya tercinta lebih pas di lidahnya dibandingkan bila dimasakkan sama orang lain. Terima kasih ya Allah, ternyata ada hikmah indah dibalik kesulitan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-275559412186188798?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/275559412186188798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/11/setelah-mba-nana-pergi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/275559412186188798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/275559412186188798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/11/setelah-mba-nana-pergi.html' title='Setelah Mba Nana Pergi'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-4567753507394108808</id><published>2011-10-28T09:26:00.003+07:00</published><updated>2011-10-28T10:10:50.920+07:00</updated><title type='text'>MEREKA MEMBUATKU MERASA SANGAT BERUNTUNG</title><content type='html'>Rutinitas pagi&lt;br /&gt;Berangkat ke stasiun dengan terburu-buru setelah semua pekerjaan rumahku selesai. Dari bangun pagi pukul 04.00 pagi, memasak air untuk termos, merebus botol susu, memasak nasi, memasak lauk, membuat sarapan bubur buat bayiku. Memandikan bayiku. Menyuapi bayiku. Barulah pukul 06.30 aku berangkat kerja. Anakku yang besar, biasa dimandikan sama ayahnya.&lt;br /&gt;Tiba di staiun, di peron Jakarta. Seorang ibu dengan anak bayinya yang terlihat sering menyusu, sibuk menjajakan tissu kepada orang yang lalu lalang. Sekitar pertengahan peron, kembali bertemu dengan penjual tissu, seorang bapak-bapak. &lt;br /&gt;Keretaku datang. Dengan sigap, aku pun berebut naik diantara para penumpang. Kereta pagi ini lebih padat, akibat pembatalan beberapa jadwal kereta karena adanya perbaikan dan pembangunan gardu listrik. Kereta masuk stasiun UI. Seperti biasa, kulihat bapak tua dengan kruk di samping kiri kanan tubuhnya, menjajakan tissu kepada para penumpang yang sedang menunggu kereta. Kereta terus melaju. Tak sampai setengah jam, kereta sudah tiba di Kalibata. &lt;br /&gt;Hari masih pagi. dengan santai aku menyusuri jalanan menuju kantorku. Di bawah kolong fly over, tampak sebuah gerobak yang didalamnya berisi dua anak kecil. seorang abangnya asyik bermain diluar gerobak, bersama dengan bapak ibunya, mereka pemulung. Dan, setiap hari mereka menempuh jarak Kalibata - Lenteng Agung dengan berjalan kaki, sang ibu berjalan sambil menggendong anaknya yang paling kecil. Subhanallah, betapa kaki mereka kuat ya, menempuh jarak berkilo-kilo setiap pagi dan petang. Beberapa meter sebelum masuk gerbang kantorku, seorang pemulung tua terduduk disamping karung hasil pulungannya. Wajahnya begitu sendu, tampak tua dan letih. Orang-orang yang kusebutkan tadi, sering dan selalu melahirkan rasa haru dalam hatiku. Trenyuh, sedih dan bermacam rasa lainnya. Orang-orang yang pantang menyerah, berusaha keras mendapatkan uang dengan jalan halal, tidak menjadi pengemis yang hanya menadahkan tangan. Kalau diberi mereka terima, kalu tak ada yang memberi mereka tak meminta.&lt;br /&gt;Hari ini hari Jum'at krida. Segera aku mengganti baju batikku dengan baju olahraga, dan bersama kawanku kami jalan sehat ke arah komplek pejabat, melewati kampus yang terkenal. Kami pun menyempatkan diri untuk sarapan setelah lelah berjalan. Setelah selesai sarapan, aku dan temanku pulang melewati bapak tua yang kutebak jualan es. Aku sudah beberapa kali melihatnya jualan, dan selalu membuatku trenyuh, tersentuh, nelangsa. Bapak tua yang lebih tepat disebut engkong, masih mencari nafkah diusianya yang telah senja. Dagangannya yang ditaruh dalam termos es, tak ada yang melirik. Sementara disisi kirinya, sebuah mobil yang disulap jadi tempat makan, begitu ramai pembelinya. Ironi sekali kan. Kudekati dagangan si engkong."Jualan apa pak?" tanyaku sambil membuka tutup termos. Ternyata es lilin. "Manis, bu. Manis. Seribuan" rupanya si Engkong sudah tak jelas mendengar, maklum, sudah tua banget. Kuambil tiga bungkus es coklat dan 2 bungkus es strawberry, kuangsurkan selembar lima ribuan kepada Engkong.&lt;br /&gt;"Maturnuwun, Bu" Si Engkong berkali-kali mengangggukkan kepala dengan senyuman yang begitu sumringah.&lt;br /&gt;Aku dan temanku segera berlalu. Kami saling diam, larut dalam pikiran masing-masing, merenungi kejadian barusan. Ya Allah,..uang lima ribu, bagiku tak cukup untuk sekali beli tiket kereta Depok Jakarta,..tak cukup untuk beli sepiring sarapanku. Tapi bagi bapak tua ini, lima ribu sangat berharga. Barangkali malah keuntungan bersihnya berjualan es lilin. Ternyata,..aku sangat beruntung, dibandingkan bapak penjual es lilin, bapak ibu penjual tissu, para pemulung. Mereka harus bersusah payah menjual dagangan, berpanas-panas, kadang kehujanan. Sedangkan aku, kerja di kursi empuk, ruangan ber ac, nyaman, penghasilan pasti tiap bulan, tetapi seringkali diri ini masih merasa kurang dengan penghasilan yang diterima. Masih ingin punya gaji yang lebih tinggi. Masih pelit berbagi. Setelah melihat semangat bapak tua penjual es, rasanya aku sangat malu pada diriku. Malu karena sering menyia-nyiakan waktu, malu karena aku sering terlupa untuk bersyukur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-4567753507394108808?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/4567753507394108808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/10/mereka-membuatku-merasa-sangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4567753507394108808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4567753507394108808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/10/mereka-membuatku-merasa-sangat.html' title='MEREKA MEMBUATKU MERASA SANGAT BERUNTUNG'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-9134722516201127798</id><published>2011-06-08T10:27:00.003+07:00</published><updated>2011-06-08T10:35:23.659+07:00</updated><title type='text'>APA ARTI DIAMMU?</title><content type='html'>Aku tak bisa lagi memahamimu&lt;br /&gt;sekian lama kita bersama,&lt;br /&gt;aku tetap tak mengerti dirimu&lt;br /&gt;aku tak bisa menjangkaumu dalam diammu&lt;br /&gt;aku tak dapat memahami arti diammu&lt;br /&gt;ketika aku bercerita, engkau diam&lt;br /&gt;ketika aku mengeluh, engkaupun diam&lt;br /&gt;ketika aku bahagia pun engkau tetap diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali aku introspeksi&lt;br /&gt;mungkin aku yang terlalu banyak berkata-kata&lt;br /&gt;sehingga engkau membalasku dengan diam&lt;br /&gt;tapi nyatanya, saat aku diam&lt;br /&gt;dan memberimu kesempatan bicara lebih banyak, &lt;br /&gt;engkau tetap diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam sunyi malamku&lt;br /&gt;dan diammu yang merobek sayap-sayap malam&lt;br /&gt;kupandang wajahmu yang tertidur dalam diam&lt;br /&gt;Engkau bener-bener pendiam&lt;br /&gt;Untuk segala hal&lt;br /&gt;Aku ingin kau bicara sedikit lebih banyak lagi&lt;br /&gt;menanyakan kabarku hari ini&lt;br /&gt;tak sekedar memberiku materi&lt;br /&gt;tak sekedar mengantar dan menjemputku tiap hari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-9134722516201127798?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/9134722516201127798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/06/apa-arti-diammu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9134722516201127798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9134722516201127798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/06/apa-arti-diammu.html' title='APA ARTI DIAMMU?'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-199032617574601937</id><published>2011-06-01T14:45:00.003+07:00</published><updated>2011-06-01T14:51:42.943+07:00</updated><title type='text'>IKUTILAH KEBURUKANMU DENGAN KEBAIKANMU</title><content type='html'>Baru beberapa waktu lalu,..kudapatkan sebuah kalimat bijak seperti di atas. yang maknanya kurang lebih, jika kita habis berbuat kurang baik, ikutilah perbuatan tak baik itu dengan kebaikan, agar dosa dari perbuatan tak baik itu dapat dihapuskan dengan pahala dari kebaikan. Tentu saja, bukan hal-hal buruk yang berat ya,..yang sengaja dilakukan. Hal buruk disini, contohnya, biasalah ibu-ibu kan biasanya suka bergosip. Nah ketika sadar baru bergosip, ucapkan istighfar, trus berbuat baik, mungkin dengan sedekah atau dengan senyum dan bersikap ramah pada orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-199032617574601937?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/199032617574601937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/06/ikutilah-keburukanmu-dengan-kebaikanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/199032617574601937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/199032617574601937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/06/ikutilah-keburukanmu-dengan-kebaikanmu.html' title='IKUTILAH KEBURUKANMU DENGAN KEBAIKANMU'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-8622822923537753859</id><published>2011-06-01T14:19:00.000+07:00</published><updated>2011-06-01T14:23:17.433+07:00</updated><title type='text'>MENGAPA ADA JURANG ANTARA KITA</title><content type='html'>Aku ingin merindumu disetiap waktuku&lt;br /&gt;Aku selalu mengingatmu di siang dan malamku&lt;br /&gt;Engkau ada disetiap langkahku&lt;br /&gt;Engkau ada disetiap saatku&lt;br /&gt;Aku tak mampu melupakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mengapa ingatanku padamu&lt;br /&gt;hanya ingatan yang menyakitkan&lt;br /&gt;hanya ingatan yang membuatku menarik napas panjang&lt;br /&gt;Aku mencintaimu, &lt;br /&gt;tapi, rasa benci juga ada dihatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh,..&lt;br /&gt;ingin kusingkirkan kebencian ini&lt;br /&gt;ingin kuhapuskan segala ingatan burukmu&lt;br /&gt;tapi aku tak mampu&lt;br /&gt;Aku selalu mengingatmu&lt;br /&gt;Dalam rindu, benci, dan kekecewaan yang mengoyak hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-8622822923537753859?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/8622822923537753859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/06/mengapa-ada-jurang-antara-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/8622822923537753859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/8622822923537753859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/06/mengapa-ada-jurang-antara-kita.html' title='MENGAPA ADA JURANG ANTARA KITA'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2709769270839664707</id><published>2011-03-17T19:58:00.000+07:00</published><updated>2011-03-17T19:59:34.807+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2709769270839664707?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2709769270839664707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/03/blog-post_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2709769270839664707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2709769270839664707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/03/blog-post_17.html' title=''/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-9215457109697082624</id><published>2011-03-17T19:56:00.000+07:00</published><updated>2011-03-17T19:57:39.977+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-9215457109697082624?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/9215457109697082624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/03/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9215457109697082624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9215457109697082624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/03/blog-post.html' title=''/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-3637614167650912383</id><published>2011-03-17T19:55:00.001+07:00</published><updated>2011-03-17T19:56:31.479+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Senin, 7 Februari 2011, pukul 08.23 WIB, seorang bayi lelaki nan gagah lahir melalui proses caesar. Bayi dengan panjang 55 cm dan berat 4280 gram tersebut kami namai Faris Ahmad Sudiro, sesuai harapan kami, agar tumbuh menjadi seorang ksatria yang terpuji dan pemberani. Sungguh, aku langsung jatuh cinta, saat bayi ini diangkat dari dalam perutku dan mendengar tangisan pertamanya yang begitu keras, seolah mengabarkan kehadirannya di dunia ini pada siapa pun yang mendengarnya. 'Selamat ya, bu. Bayinya laki-laki, dan gagah' para tim operasi menyelamatiku. Tak sabar aku menunggu proses penjahitan ini selesai. Aku ingin segera ketemu anakku. Sejenak terlupakan bagaimana sakitnya punggungku yang ditusuk berkali kali diruas tulang belakang untuk memasukkan obat bius. Lega sudah. Alhamdulilah, sembilan bulan terlewati sudah. Perjalanan panjang dan melelahkan setiap waktu setiap saat. Setiap pagi yang melunturkan semangat,membayangkan berdesakan di kereta dan susah mendapatkan duduk di kursi prioritas. Setiap sore yang harus tenggo dan naik angkot sebanyak 3 kali. Belum lagi menyebrangi jembatan penyebrangan ui yang tinggi,panjang,dan sunyi yang sering membuat teman teman khawatir. Belum lagi, semakin perut membesar membuatku susah tidur karena sesaknya dadaku. Semuanya terbayar lunas ketika melihat betapa damainya bayiku, malaikat kecilku. Begitu banyak biaya yang harus keluar, tak lagi terpikirkan. Ya Allah, panjangkan umur kami, beri kami kesehatan,rizki yang luas dan kesabaran yang tak terbatas agar bisa merawat anak kami, Faris Ahmad Sudiro, dan Kakaknya, Fathiya Keisha Dewi. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-3637614167650912383?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/3637614167650912383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/03/senin-7-februari-2011-pukul-08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/3637614167650912383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/3637614167650912383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/03/senin-7-februari-2011-pukul-08.html' title=''/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-4018627917721691089</id><published>2011-01-05T14:10:00.000+07:00</published><updated>2011-01-05T14:33:44.611+07:00</updated><title type='text'>PILIHAN DAN TAKDIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jadi, Hb saya harus berapa dokter, agar bisa melahirkan secara normal?" akhirnya pertanyaan itu terucap juga, setelah sampai kehamilan 8 bulan, aku masih merasakan pusing-pusing setiap harinya.&lt;br /&gt;"Harus diatas 9, setidaknya 10. Hb ibu hanya 8,1, rendah sekali. Kalo tidak dinaikkan, resikonya besar. Salah satunya, resiko pendarahan ketika melahirkan. itu berlaku baik untuk persalinan normal maupun caesar" terang dokter Dewi.&lt;br /&gt;Melintas kembali dimataku, persalinan Keisha hampir empat tahun lalu. Saat itu, kulahirkan Keisha secara caesar, dan keadaanku baik-baik saja. Berarti saat hamil Keisha, Hb ku normal. Aku juga tak tahu, kehamilan sekarang ini, Hbku bisa serendah ini. Rasa pusing setiap hari kurasakan. Lemas, cepat lelah. Harapanku untuk bisa melahirkan dengan jalan normal rasanya musnah begitu saja mendengar penjelasan dokter Dewi.&lt;br /&gt;"Mari di USG, Bu" ajakan dokter Dewi membuyarkan lamunanku. Mulailah suster meneteskan gel ke perutku. Sang dokter menggerak-gerakkan alat USG di perutku, kulihat, dilayar tampak gambaran Janin dalam perutku.&lt;br /&gt;"Ini masuk minggu ke berapa ya Bu?" sang dokter masih mengukur-ukur janinku&lt;br /&gt;"kurang lebih minggu ke 35" kujawab sambil mataku tetap menatap layar.&lt;br /&gt;"Wah, bayinya besar sekali. Ini seperti bayi umur 9 bulan. Sepertinya memang bakat ibu, bayinya besar-besar. Tapi apa ibu ada keturunan diabetes?"&lt;br /&gt;Aku menggeleng. Kaget sekali, ternyata bayiku beratnya sudah 2900 gram. Padahal 20 hari lalu masih 2080 gram. Sungguh perkembangan yang sangat fantastis.&lt;br /&gt;"Duh, dok. kok besar sekali ya" ucapku lemash, masih tak percaya. Kutatap suamiku yang senyum-senyum aja didekatku.&lt;br /&gt;"Jadi, peluang saya untuk melahirkan normal berapa persen dok?" tanyaku penasaran&lt;br /&gt;"Karena dilihat bayinya besar, dan masih ada 5 minggu lagi, kemungkinan terbesarnya caesar" sang dokter asyik menuliskan resep untukku.&lt;br /&gt;"Ibu harus banyak makan sayuran hijau, buah, susu, dan daging sapi untuk menaikkan Hb" lanjutnya&lt;br /&gt;"Waduh, ntar bayinya tambah besar dok" gumamku&lt;br /&gt;"Ya sekalian saja. Daripada Hbnya ga naik. Kan memang sudah ketahuan bayinya besar. Sama saya tambahin suplemen penambah darah ya Bu"&lt;br /&gt;Keluar dari ruang dokter aku tergugu di ruang tunggu. Air mataku menetes. Entahlah. Aku merasakan sedih, bingung, khawatir. Aku berharap bisa melahirkan normal, agar bisa cepat sehat, kuliahku tak terbengkalai. Tapi, kalo begini, aku harus memilih. Dan rasanya untuk kembali menjalani caesar tak terbayang olehku. Aku pengin bisa melahirkan normal. Setiap pagi, aku rajin jalan, makan pun aku batasi. Minum Es pun sangat jarang. Minum manis apalagi, hampir ga pernah. Tapi mengapa begini?&lt;br /&gt;"Sudahlah, memang anakmu gendut-gendut kok. Kita jalani apa yang harus kita jalani. Soal biaya, urusan ayah. Ya bagaimana lagi, memang mungkin harus begini" hibur suamiku&lt;br /&gt;"Tapi kan aku ga merencanakan untuk caesar, Yah. beda dengan yang lain" tampikku&lt;br /&gt;"Iya, ayah tahu. Kan jaman sekarang sudah umum. Tidak perlu khawatir, tidak bisa melahirkan normal. Kan ada teknologi. Beda dengan jaman dulu. Kan bunda ga bisa melahirkan normal karena bayinya besar, bukan karena memang takut melahirkan normal"&lt;br /&gt;Kutatap Keisha yang sudah lelap disampingku. Inilah gambaran yang sesungguhnya. Keisha memang besar. Rangkanya besar. Kupikir, calon adiknya ga akan sebesar Keisha, malahan bisa jadi lebih besar adiknya. Ya Allah, apapun takdirMu aku berserah kepadaMu. Tapi, selagi takdir ini belum menghampiriku, aku akan tetap ikhtiar. Aku akan tetap jalan pagi, dan mulai mengurangi makanku yang sudah sedikit. Semoga, harapanku untuk bisa melahirkan normal bisa terwujud. Kalaupun harus caesar, aku mohon padaMu, selamatkanlah aku, bayiku, semoga kami semua sehat. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-4018627917721691089?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/4018627917721691089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/01/pilihan-dan-takdir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4018627917721691089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4018627917721691089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2011/01/pilihan-dan-takdir.html' title='PILIHAN DAN TAKDIR'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-4037440585543424533</id><published>2010-12-27T08:33:00.000+07:00</published><updated>2010-12-27T09:29:21.866+07:00</updated><title type='text'>HARI-HARI BUMIL DI KERETA : MENGHITUNG HARI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Memasuki minggu ke 34 kehamilan ini. Masih sekitar 6 minggu lagi. Tetapi, malam-malamku tak lagi tenang. Tidurku tak lelap, tak nyenyak. Jikalau berangkat tidur pukul 22.00 BBWI, dua jam kemudian sudah kembali terbangun dan susah untuk tidur lagi. Mata ini terpejam, tapi aku tersadar. Dengan malas-malasan aku beranjak ke kamar mandi, buang air kecil dan berharap bisa tidur kembali. Ternyata tak bisa. Sekeras apapun aku mencoba, tetap tak bisa tidur. Dan aku pun malas untuk menemui Tuhanku, larut dalam tahajud. Ya Allah, seharusnya dalam penantian ini, aku lebih mendekatkan diri padamu, memohon perlindungan dan keselamatan dariMu, tapi, aku sungguh malas untuk berwudhu dan sujud menghadapMu. Apa memang sebenarnya ini adalah caraMu membangunkanku, agar aku dekat denganMu? tapi aku malah menjauh. Aku lebih senang berguling ke kanan ke kiri, mengganti posisi tidur yang lebih nyaman. Dan, setelah lebih dari satu jam dua jam, aku kembali terlelap. Kini, rutinitas pagiku kugunakan untuk jalan pagi dengan suami. berharap agar engkau memberikan kemudahan pada proses persalinan nanti. Ya Allah, lancarkanlah aku agar aku dapat melahirkan bayiku dengan jalan normal, tanpa operasi. Meskipun Keisha kulahirkan dengan Caesar, aku berharap kali ini bisa melahirkan secara normal. Tapi disisi lain, aku pesimis. Dokter yang dulu melahirkan Keisha berpesan, agar kalau ingin melahirkan secara normal, janinku beratnya maksimal 3 kg aja. Sedangkan dalam kondisi sekarang, dua minggu sebelumnya, saat kehamilan di usia 32 minggu, berat janinku sudah 2.053 gram. Padahal, secara berat badan, kenaikanku tidak cukup banyak. diawal kehamilan turun 4 kg (karena berpuasa ramadhan), trus naik 6 kg, kembali turun 1 kg, dan naik lagi 2.5 kg. Tapi kenaikan yang 2.5 kg ini aku ragu-ragu, karena beda timbangan dan beda rumah sakit. Berarti, janin-janin yang kukandung bakat gede. Pintar nyari makanan di tubuh bundanya.&lt;br /&gt;            Trus, ada satu hal lagi, yang benar-benar mengganggu keseharianku. Tiap malamku, aku was-was memikirkan paginya. Memikirkan gimana caranya aku berangkat bekerja. Bukan masalah transportasinya, melainkan masalah tempat duduk. Ya, setiap pagi aku menuju tempat bekerjaku di Kalibata dengan naik kereta Express. Setiap malam dan saat berangkat aku selalu berdo'a. "Ya Allah, semoga Engkau memberikan kemudahan padaku. Semoga masih banyak orang baik di kereta yang dengan ikhlas memberikan tempat duduknya untukku." Ya, sejak kehamilanku lewat usia 4 bulan, aku selalu minta duduk pada orang yang duduk di kursi prioritas. Seringkali mereka melihat ke arah perutku, barangkali tak percaya kalau aku hamil, karena kehamilanku yang tergolong kecil. Alhamdulillah, sampai dengan hari ini aku selalu mendapatkan tempat duduk. Setiap kali aku mendapatkan duduk, kuucapkan syukur berkali-kali kepada Allah, karenanya, aku diberikan kemudahan. Mungkin orang berpikir, manja banget sih. Eits,..aku kan minta duduknya pada kursi prioritas, bukan pada sembarang kursi. Walaupun hanya turun di Cawang, tapi bagi ibu hamil, berdiri kelamaan dikereta, yang penuh sesak orang,..pastilah bukan hal mudah. Aku sering kali merasa heran, pada orang-orang yang enggan memberikan kursinya pada orang yang diprioritaskan. beberapa kali menemui, ibu hamil yang naiknya dari stasiun sebelumku, berdiri bergelantungan di depan lelaki yang pura-pura tertidur atau pura-pura sakit duduk manis di kursi prioritas. Dimana nurani lelaki-lelaki tersebut? apa karena mereka belum punya istri? tidak pernah merasakan hamil? tidak punya adik kakak yang lagi hamil? atau barang kali istrinya tidak pernah ngalami hamil dan berkereta? Memang, dibutuhkan satu keberanian untuk meminta. Toh, menurutku sah-sah aja kalau minta. Kan mintanya pada tempat yang diprioritaskan, bukan pada sembarang tempat. Walaupun kadang ada yang ngomel karena merasa temapt yang di dudukinya tidak ada tanda kursi prioritas, tetapi, siapapun, yang setiap harinya biasa menggunakan kereta, pasti sangat tahu dan sangat maklum, bahwa di tiap ujung-ujung gerbong, disitulah terletak kursi prioritas (khusus ekonomi AC dan Ekspress). Pernah sekali, ketika temanku yang sama-sama hamil, tidak diberikan kursi, dan malah disuruh untuk geser ke gerbong sebelahnya, oleh seorang muda berjilbab yang merasa terganggu karena pasangannya (gak tahu cowok atau suaminya) aku minta tempat duduknya, dan tempat duduk cewek tersebut terancam diminta oleh temanku. Setelah ngomel, dan aku bilang bahwa "kalo gak hamil boleh dong (digusur)" dia berdiri dengan ogah-ogahan. Kelihatan banget kalau tidak ikhlas. Sumpah, dalam hati aku sampai berdo'a. "Ya Allah, semoga kalau dia tiap hari naik kereta, suatu saat dia akan merasakan hal ini juga." Maksudnya, dalam keadaan hamil, minta duduk di kursi prioritas, disuruh sama orang yang dimintain duduk untuk minta ke tempat lain. berjalan melintasi para kulier, Duh, perjuangan berat kan. Selama ini, aku selalu berusaha bertindak jujur. Memberikan hak kepada yang berhak. Dalam keadaan tidak hamil pun, aku tak pernah minta duduk. Kalaupun kebetulan duduk, mataku tak henti melihat ke arah orang yang baru masuk kereta. Kalau ada yang berhak, aku lambaikan tanganku, agar orang itu mendekat dan duduk. Suatu ketika, pernah sepulang kerja. Kereta ekonomi ke Bogor penuh sesak. Seorang ibu dengan anaknya yang masih kecil, terpaksa terayun-ayun dan menggelayut di lantai, karena tak kebagian duduk. Orang-orang tak peduli. Kulihat, yang mengisi tempat duduk adalah para ABG, anak-anak SMA. lalu, kumintakan duduk pada ABG tersebut, kasihan ibu dengan anak kecil ini, kataku. Eh, ketika ada anak SMA yang mau ngasih tempat duduk, orang muda di depannya enak-enak duduk. Nih orang egois banget dan gak tahu malu sekali ya. Kesal kan aku jadinya. Lalu, suatu saat pernah juga. Ketika asistenku pulang, dan aku harus lembur. Kubawa sulungku ikut lebur ke kantor. Sudah khawatir bagaimana perjalanan nanti, mengingat sulungku baru 3.5 tahun, dan aku sendiri hamil tujuh bulan. Bismillah. Begitu yang masuk ekonomi, terpaksa naik, karena kereta Ac masih jauh. Wah penuh. Seorang ibu mencolekku dan akan bangun dari duduknya. Disebelahnya, bapak-bapak langsung bangun dan memberikan duduknya. Eh, begitu bapak-bapak bangun, yang duduk malahan anak gadis segar bugar tidak hamil. Sementara aku yang dikasih malah ga dapat duduk. "Duh, mba, bisa geser dikit ga, ini sempit banget". Si Mbak nya cuek aja. Mba-mba,..semoga mba sadar ya.&lt;br /&gt;          Dan, pagi tadi, ketika berangkat kerja. Begitu kereta diumumkan mau masuk, kuucap do'a agar aku dimudahkan. Dari luar jendela, kulihat ada seorang lelaki yang duduk di kursi prioritas. "target", pikirku. Begitu pintu kebuka, ya ampun, penuh banget. Dengan susah payah aku masuk dan bergeser ke kursi prioritas. Untunglah, bapak-bapak pada mau ngasih jalan sehingga aku bisa mencapai kursi prioritas. Dan ternyata, yang duduk di prioritas lelaki semua! Langsung kuucap permisi pada mas-mas yang duduk paling pinggir. Tanpa ba bi bu dia langsung bangun. Alhamdulillah, ya Allah, pagi ini Engkau memudahkan aku. Kereta melaju dengan cepatnya UI, UP Lenteng terlampuai dengan cepat. Tak sampai 15 menit, kereta masuk stasiun Cawang. Begitu bapak yang duduk di ujung kursi prioritas bergeser, tempatnya digantikan oleh embak-embak. Dan begitu duduk, langsung nyedot susu kotak prenagen. Lho? jadi, ternyata, mbak-mbak yang sudah disitu sejak aku belum naik ternyata lagi hamil ya? Dan ternyata dia ga berani minta duduk? Masya Allah,...kehamilannya memang belum begitu kelihatan. Tetapi, memang perlu keberanian untuk mengatakan. Kasihan. Semoga makin hari, makin banyak orang yang lebih peduli pada para bumil.&lt;br /&gt;        Terus-terang hal seperti inilah yang menggangggu hariku. Selalu dalam doaku kupanjatkan agar Allah selalu memberikan kemudahan selama perjalananku berangkat dan pulang, dalam bekerja, dan dalam masa penantian ini. Tak Sabar rasanya melewati 5 minggu lagi, agar di awal bulan Februari aku bisa mulai cuti bersalin dan tak terganggu lagi dengan kegiatan meminta tempat duduk. Ya Allah semoga Engkau memberikan kemudahan dalam segala hal. Aku ingin bisa melahirkan normal, dan anakku sehat. Aku masih kuliah juga. Jika aku bisa lahiran normal, kuliahku tidak keteteran. Ya Allh, berikanlah kemudahan. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-4037440585543424533?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/4037440585543424533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/12/hari-hari-bumil-di-kereta-menghitung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4037440585543424533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4037440585543424533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/12/hari-hari-bumil-di-kereta-menghitung.html' title='HARI-HARI BUMIL DI KERETA : MENGHITUNG HARI'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1377611068298717157</id><published>2010-11-18T15:06:00.000+07:00</published><updated>2010-11-18T15:12:50.625+07:00</updated><title type='text'>MARAH, KESAL, KECEWA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah apa lagi definisinya. Hari ini, aku dikuasai hal negatif. Kemarahan, kekesalan, dan kebencian yang ingin kutumpahkan, tapi pada siapa? Haruskah kuumbar kemarahanku di depan orang-orang? Aku tak bisa menampung ini semua. Aku tak bisa begini terus. Hidup tanpa dianggap. Tanpa dipedulikan. Apa sih yang kamu pedulikan? kerjaan aja kamu keteter tidak karuan. Harus berapa kali mulut ini menagihmu? Sampai aku bosan untuk menagihnya dan memilih untuk mendiamkanmu, membiarkan kerjaan berjalan tanpa arahan? Aku pusing. Aku pening, tapi kamu tetap bergeming. Ya sudahlah. Aku menyerah. Percuma saja bicara dengan orang sinting sepertimu. Orang yang tak punya hati tak punya empati pada rekan kerjamu. Air mataku luruh, jatuh, untukmu negara, bukti baktiku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hari yang sial, hari yang penuh ujian kesabaran, hari yang akhirnya kubiarkan berlalu tanpa perbaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1377611068298717157?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1377611068298717157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/11/marah-kesal-kecewa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1377611068298717157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1377611068298717157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/11/marah-kesal-kecewa.html' title='MARAH, KESAL, KECEWA'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-3410596775481346440</id><published>2010-11-18T11:34:00.000+07:00</published><updated>2010-11-18T11:53:39.119+07:00</updated><title type='text'>JELANG PENGHUJUNG TAHUN 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, aku mengetuk pintuMu. Aku ingin mengadu padaMu. Bukan bermaksud berkeluh kesah, atau pun menggugat takdirMu. Ya Allah, kalimat  bijak yang mengatakan bahwa, :hari ini harus lebih baik dari hari kemarin", ternyata tak berlaku buatku. Teringat kembali tahun lalu yang penuh perjuangan menyelesaikan pekerjaanku di akhir tahun. Dari awal ini, aku sudah berusaha, agar pekerjaan tidak menumpuk di akhir tahun. Apalah daya? Hamba sudah berusaha, bertanya setiap hari, setiap saat setiap waktu. Sampai yang ditanya bosannn kali jawabnya. Demi apa? Demi untuk menyelamatkan akhir tahun, sebuah satker. Perencanaan yang dibuat hampir, nyaris 95 % tidak terealisasi. Padahal dari awal ketika perencanaan itu dibuat, kepada pejabat yang membuat perencanaan itu, sudah aku tanya berulang kali. "Yakin, yang ini bakal cair minggu pertama? Yakin yang ini bakal cair minggu kedua?" pertanyaanku memang karena aku ragu, berdasarkan pengalaman tahun lalu. Dengan pedenya sang pejabat menjawab. "Iya mba, bisa kok". Ternyata? apa jadinya? ketika kami semua satu seksi harus di panggil oleh empunya kantor? Begitu keluar, langsung saling menyalahkan. Secara bahasa tubuh, mereka seakan bilang bahwa ini salahku. Aku terlalu buru-buru enggak sabaran. Mulailah aku ngambek, kudiamkan beberapa saat masalah ini. Kupikir adanya tegoran dari kepala kantor, bakalan jadi pelajaran berharga dan tak terlupakan, tapi ternyata itu hanyalah sebuah angin lalu. Tak ada perubahan. Bahkan sampai detik ini saat aku mengetik curhatan ini, aku yang selalu menanyakan padanya. Sampai dimana proses berjalan? bagaimana kelengkapan dokumennya? dan harus selalu aku yang bergerak!!!!! Semuanya kalau tidak diminta, tidak diberikan. Emangnya aku siapa????!!!! Imbas dari mutasi ya begini. Ketika atasan lama tak sebanding dengan atasan baru. Capek aku. Sungguh. Capek fisik, hati dan pikiran. Ingin rasanya aku marah-marahi, aku tumpahkan kekesalanku, tapi siapalah aku? Aku juga bukan pejabat, hanya seorang staff. Tapi aku tak mau pekerjaanku terganjal karena kalian. Aku tak mau kalian menghalangi langkahku. Sampai kapan ini akan kujalani? Rasanya aku tak mau tahun 2010 ini cepat-cepat meninggalkan aku. Andai bisa, ingin rasanya hari ini dan seterusnya, jam berhenti berdetak, waktu berhenti berjalan. Ya Allah,..benci aku menghadapi semua ini. Benci. Pemimpin itu harus bisa mengayomi. Bisa menguasai dan memahami pekerjaan yang anak buahnya kerjakan. Bukan pemimpin yang suka pergi-pergi, tidur sekehendak hati dan tanpa pernah menanyakan apa kendala yang dihadapi para stafnya. Ya Allah, kuatkan aku. Mudahkan aku melewati semua ini. Setelah lewat upaya nyata, tapi tak ada perubahan, aku mohon padaMu, bukakanlah pintu hati orang-orang yang pekerjaannya berhubungan denganku, agar mereka berhenti bersikap nyantai. Berhenti memberikan janji-janji palsu tanpa tindakan nyata. Anakku dalam perutku, maafkan bunda ya,..kalau seharian ini Bunda emosi, sedih, dan sering menangis diam-diam. Bunda Kesal, bunda kecewa pada orang sekeliling Bunda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-3410596775481346440?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/3410596775481346440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/11/jelang-penghujung-tahun-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/3410596775481346440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/3410596775481346440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/11/jelang-penghujung-tahun-2010.html' title='JELANG PENGHUJUNG TAHUN 2010'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-6606400319832459743</id><published>2010-10-07T11:52:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T12:21:23.325+07:00</updated><title type='text'>BERAWAL DARI SEPUCUK SURAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak pernah menyangka, sungguh aku tak mengira. Ternyata masalahnya akan seperti ini dan tak berkesudahan. Berawal dari teman ruangan yang jadi sekretaris kantor sedang cuti tahunan, jadilah tugas sekretaris dilaksanakan secara bergiliran olehku, Gun, Wardi, juga Wisnu. Pekerjaannya memang kelihatan sepele, hanya menerima telepon, menerima dan menstempel surat yang diantar oleh kurir maupun pos, juga menstempel surat masuk dan keluar kantor. kadang, kalaupun aku di ruangan, tapi yang menunggui sekre adalah CS, mereka kadang mendatangiku dan memintaku untuk menandatangani surat yang datang. berapa surat yang masuk, darimana saja, dikirim siapa saja, untuk siapa saja, aku tak hapal. ingatanku tak sampai kesitu. Akhir September, seorang ibu yang mengaku Wajib Pajak PT A, menelponku dan menanyakan perihal surat. Aku terdiam beberapa lama untuk mengingat-ingat kejadian. Terus terang ingatanku tak begitu baik. Dengan lancar dan logat jawa yang kental, ibu itu menceritakan kronologis kejadian. Ternyata surat yang dikirim ke kantorku belum diterima oleh ARnya. Dan, setelah di cek oleh sekretaris kantorku, surat itu belum ada dalam buku catatan. nah lho,..kemanakah surat itu gerangan? Sang sekretaris pun menanyakan ke ibu,..siapa nama orang yang tertera dalam tanda terima tersebut. Namanya pak Barmo. lalu, temanku yang sekretaris menjelaskan bahwa di kantorku tak ada yang namanya pak Barmo. Iseng-iseng temanku menanyakan Pak Barmo ke petugas pos ekspress yang mengirim surat pada sore harinya. Oleh Pak Didi(petugas pos ekspress) didapatlah informasi bahwa Pak Barmo adalah penerima surat di Depnakertrans, komplek kantor sebelah. Nah, gak tahu bagaimana ceritanya, si WP mengefax berita acara investigasi dari kantor pos ke kantorku. dalam berita acara investigasi tersebut, ada paraf dan namaku. Jelas aku bingung 10000%. kapan aku dapat berita acara investigasi tersebut? kapan aku paraf? tiba-tiba saja parafku nangkring disitu. ini pasti ada unsur pemalsuan, ada unsur kesengajaan. Dalam lampiran berita acara investigasi, ada bukti terima pos, bahwa yang menerima adalah Pak Barmo. lha,...kenapa yang ada diberita investigasi adalah namaku? Sungguh aku kesal dan sangat tersinggung. Kalau itu kesalahan murni Kantor pos yang tidak profesional, kenapa harus aku yang tanggung jawab? Bener-bener kurang aj**  pegawai pos ini. Kesal, dan pengin aku omelin, marahin sepuasnya. Pantesan, waktu terakhir ketemu aku, bapaknya kelihatan aneh. Merasa salah toh. Ya Allah,...tolong bukakan tabir ini. Tunjukkan bahwa yang benar ini benar. Yang salah itu salah. Berawal dari sepucuk surat, aku harus memendam kekesalan atas kecerobohan yang dibuat oleh pihak lain. Semoga masalah ini segera terselesaikan dan surat si ibu yang nyasar segera ditemukan. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-6606400319832459743?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/6606400319832459743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/10/berawal-dari-sepucuk-surat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6606400319832459743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6606400319832459743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/10/berawal-dari-sepucuk-surat.html' title='BERAWAL DARI SEPUCUK SURAT'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-8972362879224901960</id><published>2010-10-04T11:58:00.000+07:00</published><updated>2010-10-04T12:24:05.016+07:00</updated><title type='text'>SECERCAH HARAPAN DALAM PERJALANAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin pagi seperti biasanya adalah awal hari untuk mulai bekerja. Rasa malas masih menyelimuti pagi dingin ini, tapi aku mesti berbenah. Setelah shalat subuh, segera kusiapkan menu sarapan untuk orang tercintaku. Kusiangi oyong, kupotong kacang panjang, labu siam dan juga jagung manis, ditambah mlinjo muda untuk membuat sayur grombyang kesukaan suami dan Keisha. kudidihkan air dan mulai mencemplungkan sayuran satu persatu dari yang paling lama masaknya sampai paling cepet, terakhir adala oyong. Sebelum oyong dimasukin, kumasukin bumbunya yang hanya terdiri dari cabe rawit 3 buah, bawang merah, kemiri, sedikit terasi, dan garam, kesemuanya ditumbuk. Aduk-aduk, cicipin sudah pas belum rasanya, baru deh diangkat. Selanjutnya kubuat telor dadar, dan sambal terasi. hm,...sarapan yag enak. Sementara aku memasak, mbaknya Keisha mencuci baju. Pukul enam pagi, ketika masakan beres, segera mandi. Sarapan bentar, buru-buru naik boncengan suami ke stasiun Pondok Cina. Bismillahirrohmanirrohim. Lancarkanlah perjalananku pagi ini ya Allah. Suami memacu motor dengan kencang, belok ke kanan ke kiri, naik turun. Begitu turun dari motor, kucium tangan suami dengan tergesa dan langsung antri membeli tiket kereta. Mudah-mudahan masih terkejar jalan sampai gerbong belakang. Alhamdulillah, masih bisa duduk bentar dan tarik napas. Tak lama, kereta ekspres jurusan Depok tanah abang masuk. Pas banget di depanku terbuka pintu untuk tempat duduk prioritas. Aku dan temanku langsung masuk, pelan-pelan karena padatnya penumpang. Terdengar pengumuman dari announcer, agar para leseher memberi jalan bagi penumpang yang baru masuk, dan agar memberikan tempat duduk prioritas kepada wanita hamil. Saat itu, aku dan temanku yang sedang hamil sedang berjuang (ciee...) mendekati kursi hamil. Kebetulan di kursi yang berkapasitas empat orang ini, dua orang lelaki duduk manis. Jadilah mereka jadi korban pengusiran. Alhamdulillah, seneng sekali rasanya kereta api mengeluarkan pengumuman seperti ini. Mudah-mudahan setiap saat setiap waktu, mereka tak bosan menyerukan pengumuman ini. Meskipun hanya pengumuman, tapi bagiku ini adalah secercah harapan baru dalam perjalanan. Sering sekali ibu hamil harus berdiri berdesakan, walaupun sudah di depan kursi hamil, karena yang duduk di kursi tersebut tidak mau memberikan tempat duduk, atau pura-pura tidur, atau beralasan tidak diminta. Padahal sebagai wanita hamil, kita punya rasa malu dan segan jika setiap berangkat dan pulang kerja harus minta tempat duduk. Yang kita inginkan adalah kesadaran dari orang yang sehat yang sedang tidak hamil. Minta ke petugasnya saja untuk mbilangin kadang petugasnya tak peduli dan tak punya kesadaran untuk membantu. Semoga ke depannya orang-orang yang naik kereta dan duduk dikursi yang bukan haknya akan semakin sadar, dan lebih memperhatikan orang-orang yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-8972362879224901960?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/8972362879224901960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/10/secercah-harapan-dalam-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/8972362879224901960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/8972362879224901960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/10/secercah-harapan-dalam-perjalanan.html' title='SECERCAH HARAPAN DALAM PERJALANAN'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-329200402031736710</id><published>2010-09-30T12:21:00.000+07:00</published><updated>2010-09-30T12:34:55.444+07:00</updated><title type='text'>KEISHA PUTRI CANTIKKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Engkau makin tumbuh, Nak berubah jadi kanak-kanak, tak lagi bayi yang kugendong dan kutimang. Engkau sudah bisa bicara apa saja, menirukan apa saja yang Bunda lakukan. Ketika kau tersenyum, kulihat sosok ayahmu dalam senyummu. Ketika kau berkata-kata dengan kelembutan, kurasakan pula bahwa itulah menurun dari ayahmu. Namun, ketika kau marah, ketika kau mulai membuang apa saja disekitarmu, berteriak, dan bertindak kasar, aku seperti melihat bayangan diriku. Nak, mengapa kau meniru sifat buruk bundamu? mengapa tak kau tiru semua sifat baik ayahmu? Bunda terkadang geli, dan seolah melihat diri-sendiri. Jadi, begitukah sifat dan sikap bunda selama ini? Anak-anak memang peniru ulung. Anak-anak bisa membentak, karena meniru orang disekitarnya. Anak bisa bersikap lembut, jika diajari lembut. Sungguh, bunda merasa malu. Bunda belum bisa jadi bunda yang baik yang sabar menjawab semua tanyamu akan segala sesuatu. Bunda belum bisa menahan diri dan bersabar ketika engkau menumpahkan gelas minummu maupun menumpahkan remah makananmu. Ah, bunda selalu melihatmu sebagai orang dewasa yang bisa melakukan apa saja sepintar yang Bunda lakukan. Maafkan Bunda ya Nak. Bunda sering mengabaikanmu. Selalu alasan capek dan pusing setiap kali kau minta Bunda untuk memijiti kakimu yang lelah setelah seharian bermain berlari kesana-kemari. Beruntung sekali, karena ayahmu begitu baik dan selalu mengerti dirimu. Perasaan bersalah sering Bunda rasakan ketika melihatmu terlelap dengan wajah anak-anak yang bersih tak berdosa. Kubelai rambutmu dan kuusap-usap pipimu. Engkau akan menggeliat dan mengubah posisi tidurmu. Keisha putri cantikku, Bunda akan selalu berusaha jadi Bunda yang lebih baik lagi. Bunda yang siap membacakanmu cerita apa saja, siap menjawab pertanyaanmu tentang apa saja, siap memijitimu kapan saja. Bunda tahu, masa kanak-kanak itu sebentar. Kelak, ketika engkau beranjak remaja, bunda takut engkau tinggalkan, dan bunda akan cemburu jika engkau lebih asyik bermain dengan teman remajamu. Semoga Bunda dan ayah selalu bisa menjagamu. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-329200402031736710?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/329200402031736710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/09/keisha-putri-cantikku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/329200402031736710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/329200402031736710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/09/keisha-putri-cantikku.html' title='KEISHA PUTRI CANTIKKU'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2452993085049502549</id><published>2010-09-30T12:13:00.000+07:00</published><updated>2010-09-30T12:20:56.484+07:00</updated><title type='text'>SYUKURKU TAK TERHINGGA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah, Engkau begitu baik. Engkau memberiku kesempatan, disaat banyak orang lain yang memintanya dengan begitu inginnya. Disaat orang lain banyak yang berobat dan mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkannya, Engkau memberiku dengan begitu mudahnya. Engkau memberikannya padaku di saat yang paling tepat menurut ukuranMu. Ketika hutang rumahku telah lunas terbayar. Ketika si Kakak sudah beranjak besar. Dan ketika peraturan baru mulai diterapkan. Sungguh, rencanaMu begitu indah. Aku manusia terkadang hanya meminta, tanpa memikirkan kapan waktu tepatnya. Tapi Engkau, sungguh Maha Tahu waktu yang tepat. Syukurku padaMu tak terhingga ya Allah. karena Engkaulah, aku masih bernapas sampai hari ini. Karena Engkaulah, aku masih kuat dan bisa melewati hari-hari spesial ini. Hari yang penuh warna. Hari yang menyita banyak energi, menguras kesabaranku. Semoga Engkau selalu melindungiKu dan makhluk mungil yang bersemayam dalam perutku. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2452993085049502549?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2452993085049502549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/09/syukurku-tak-terhingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2452993085049502549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2452993085049502549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/09/syukurku-tak-terhingga.html' title='SYUKURKU TAK TERHINGGA'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-5226364062346889236</id><published>2010-06-07T09:29:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T13:29:06.719+07:00</updated><title type='text'>UJIAN INI MEMBUATKU WASPADA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya lama sudah aku ingintahu isi celengan Keisha karen sudah lumayan berat dan sesak. Si Ayam jago udah banyak isinya. Namun, lama sekali keinginan itu tertahan karena berbagai kesibukan. Selintas-lintas muncul, tak pernah aku lakukan. Sampai akhirnya minggu sore, aku pengin  tahu banget. Dorongan itu muncul tiba-tiba dan aku tak bisa menahannya. Ditambah lagi, kondisi keuangan lagi sulit. Meskipun kata orang masih tanggal muda, tapi jujur aku sudah megap-megap. Akhirnya aku temukan ayam jago yang tergeletak di rak tertutupi kain dan buku bacaan Keisha. Ternyata aku kecewa, karena begitu kuangkat si ayam jago kok enteng banget ya,..kulihat bagian bawahnya, lho,...kok seperti bekas di bandting. dengan cepat aku masuk kamar. kukocok-kocok. kok tinggal recehan ya, sedangkan keisha nabungnya kan banyakan rribuan, dua ribuan lima ribu, sepuluh bahkan sering ngambil duit dalam dompetku lima puluh ribuan dan dikasih makan ke ayam jagonya. kukorek-korek si ayam jago yang pasrah saja. You know what, isi uang kertasnya tinggal empat ribu rupiah. Keman yang lain yang kalo ditotal ratusan ribu? Kutanya keisha, dan dia ga bisa jawab. dia bilang uangnya dibuang. aku tak percaya. Masa iya sih,..ga ada yang tahu. Katanya lagi uangnya ditaruh disitu. disitu dimana. ya disitu. Ya iyalah. Bayi kan ga tahu. Anehnya si mbak dengar aku kelabakan nanya-nanya Keisha tetap aja anteng di kamarnya. Ditanya, juga bilangnya gak tahu, demi Allah ga tahu. Oh My God,..yang dirumahku hanya ada aku, Keisha, suamiku dan si mbak. Tidak ngaku juga. malahan dia langsung ngadu ke pacarnya, dan pacarnya langsung ikut campur dengan menelepon orang tuaku. Hmm,....pacar gitu loh. Pastinya hanya tahu sisi-sisi yang baik. Kalau saja si pacar langsung telpon ke aku,..akan aku nasihatin biar bisa bersikap netral, tak memihak. Sungguh aku tak menyangka dan tak percaya kalau dia tega dan berani melakukannya. Kupikir dengan mempekerjakan orang yang kukekal orang tuanya dia akan berhati-hati bertindak nista. ternyata.... oh ternyata. Apa yang harus aku lakukan? Seandainya asistenku ada dua, tentu dia sudah kuberhentikan. Sayangnya aku hanya punya satu, jadinya harus aku pertahankan. Dilema ibu bekerja. Ya Allah, semoga aku bisa lebih waspada, selama ini aku dan suamiku adalah orang yang begitu mudah percaya sama siapa saja yang bekerja di rumahku. yang membiarkan hp, dompet uang tergeletak dimana-mana. Inilah kejadiannya. Semoga tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-5226364062346889236?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/5226364062346889236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/06/ujian-ini-membuatku-wasapda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/5226364062346889236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/5226364062346889236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/06/ujian-ini-membuatku-wasapda.html' title='UJIAN INI MEMBUATKU WASPADA'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-7373991553161164831</id><published>2010-05-25T12:27:00.000+07:00</published><updated>2010-05-25T13:18:32.953+07:00</updated><title type='text'>AKU PERCAYA, KEBAIKAN AKAN DIBALAS KEBAIKAN JUGA, SUATU SAAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap hari, kutempuh jarak Depok-Jakarta dengan bermacam kereta. Kadang ekspress, kadang ekonomi, kadang ac ekonomi. Dalam perjalanan kereta itu, kutemukan banyak pengalaman, baik yang manis maupun yang pahit. Pengalaman pahitnya, sering kali dikuntit gerombolan copet dan sebangsanya. Sebagai orang yang masih awam soal perkeretaan, kadang aku tak menaruh curiga kalau ada yang berdiri dekat-dekat. Kupikir karena kereta ini penuh, jadi wajar saja. Sampai akhirnya, aku sering tersadar bahwa yang berdiri dekat-dekat aku, tak semuanya adalah orang baik, tapi memang banyak yang mengambil kesempatan untuk mengambil isi tasku. Pernah beberapa kali terlindungi, alhamdulillah, masih ada orang baik yang peduli padaku ketika aku di dekati rombongan copet. Masih ada yang berani bersuara dan mengalihkan perhatian copet. Awal-awal bergabung jadi roker (rombongan kereta) awal Juli 2007, aku sempat putus asa dan tak mau naik kereta. Tapi, jika aku mogok naik kereta, kasihan sayangku harus mengantarku tiap hari. Setelah menenangkan diri, akhirnya kuberanikan diri dan alhamdulillah, aman sampai sekarang. Sekarang, kalau ada gerakan mencurigakan sekecil apapu, badanku cepat bereaksi dan mendeteksi. Tak segan orang-orang yang disekitarku kupelototi. Pernah beberapa kali berantem dengan penumpang lain yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Emangnya saya cewek apaan,....ups. Berani-beraninya melecehkan. Seringnya, mendorong orang kalau tidak mau ngasih jalan ketika aku hendak turun. Kadang sengaja nginjak kaki orang yang gak mau ngasih jalan. Puas rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lain yang kutemukan dalam kereta adalah sikap empati terhadap makhluk-makhluk yang lemah. Sering aku naik kereta dari Juanda ketika aku tugas dinas luar. Dari Juanda, beberapa kali aku naik ekspres, dan terhadap ibu-ibu yang hamil, para lelaki yang naik dari Kota tak mau menggeser tempat duduknya. Beberapa kali, aku minta tempat duduk untuk ibu-ibu yang bawa anak kecil. Ada saja jawaban dari para lelaki tersebut. Ada yang beralasan capek, sakit, atau memang enggan memberi tempat duduk. Dan lebih seringnya, gak ada yang peduli, gak ada yang mintain tempat duduk, jadi aku bertindak seorang diri. Hhuh,..orang-orang yang tak punya nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, pernah mengalaminya. Ketika pembantu tak ada, dan aku terpaksa membawa si cantik Keisha ikut ngantor. Keisha sih seneng-seneng saja, karena Keisha tidak rewel dan aku bisa bekerja seperti biasa. Namun, yang kupikirkan ketika pulangnya nanti. Dengan nebeng teman kantor, aku menuju stasiun Cawang, soale di kalibata tak ada ekspres yang berhenti sore hari. Setelah membeli tiket dan menunggu sebentar, ekspres datang pukul 17.30. Sengaja aku masuk ke Gerbong dekat kursi khusus. Ternyata, disitu, ada makhluk lelaki yang tetap aja duduk dan tak mau memberikan kursi untukku. Lama kutunggu, tak ada reaksi. Terpaksa aku minta. Pikirku, kalau dia tetap gak mau ngasih tempat duduknya, aku berhak memaksa, karena kursi tersebut khusus untuk Lansia, ibu hamil, orang cacat dan ibu dengan anak balita. Untunglah, tanpa marah-marah lelaki tersebut mau mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah di kereta ekonomi. Orang-orang jauh lebih tak peduli. Yang sudah duduk, tetep aja duduk, meskipun di depannya  ada nenek-nenek yang mau ambruk. Jika aku punya kesempatan duduk, selalu kuamati orang-orang disekitarku, barangkali ada yang lebih berhak daripada aku. Selalu aku begitu. Aku tak mau ada orang yang merasa terdholimi. Suatu kali, kuminta duduk buat seorang ibu dan anak kecilnya. Ketika dapat, eh anak-anak SMU yang didepanku yang duduk. Aku marahi deh. Kesal. Kadang, aku juga langsung berdiri lagi meskipun baru aja duduk, kalau ada orang yang lebih berhak. Mungkin itu perbuatan kecil, tapi sebenarnya bernilai besar., dan perlu keberanian besar. Bapak-bapak yang enak-enakan merem (bukan tidur) sementara dihadapannya ada kaum-kaum yang lebih membutuhkan, dimana nuranimu? kadang aku berpikir, apakah mereka tak punya saudara perempuan, tak punya ibu, atau mungkin belum punya anak isteri? Pernah lho, sewaktu naik kopaja ke arah PGC, ada sepasang seuami isteri dan dua anak yang masih kecil. Anak yang terkecil rewel sekali. Bangku sudah terisi, dan tidak begitu penuh penumpang. Tak ada yang memberikan tempat duduknya. Padahal, semua juga melihatnya. Waktu itu, aku juga berdiri. Aku hanya bisa berdoa dalam hati, mudah-mudahan si dedek kuat bertahan. Rasanya, dalam  Jakarta yang bebas ini, susah menemukan orang yang berjiwa baik. Dan, ingin selalu aku berusaha menumbuhkan empati, menumbuhkan rasa kepedulianku pada sesamaku, berbuat baik selalu. Aku melakukan kebaikan ini adalah demi diriku dan keluargaku. Aku rela memberikan tempat dudukku, agar suatu saat nanti ketika aku pergi bersama anakku, ada orang yang rela memberikan tempat duduknya. Agar ketika ayah ibuku pergi, ada orang yang memberinya duduk. Agar Allah memberikan semua kemudahan untukku. Teringat kisah seorang teman, yang lagi hamil besar dan selalu naik kopaja, tapi tak ada yang memberinya duduk. Temen saya ini sampai marah kepada suaminya, "abang, apa abang tak pernah memberi duduk pada orang, sehingga aku diperlakukan seperti ini? Aku percaya, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan juga, suatu saat nanti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-7373991553161164831?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/7373991553161164831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/aku-percaya-kebaikan-akan-dibalas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/7373991553161164831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/7373991553161164831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/aku-percaya-kebaikan-akan-dibalas.html' title='AKU PERCAYA, KEBAIKAN AKAN DIBALAS KEBAIKAN JUGA, SUATU SAAT'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2675714495020490925</id><published>2010-05-10T13:03:00.001+07:00</published><updated>2010-05-10T13:16:15.273+07:00</updated><title type='text'>AKU MERINDUMU</title><content type='html'>Aku rindu,&lt;br /&gt;Sungguh, aku merindukanmu&lt;br /&gt;Ruang waktu dan jarak yang memisahkan&lt;br /&gt;tak sanggup melunturkan rasa yang terpendam dalam&lt;br /&gt;bertahun berpisah bukanlah jaminan&lt;br /&gt;Untukku bisa melupakanmu&lt;br /&gt;Adakah kau juga merasakan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindumu&lt;br /&gt;Dalam nyata dan mimpiku&lt;br /&gt;Seakan perasaan kita masih menyatu&lt;br /&gt;Ketika lebaran tahun lalu, kau masih mencari kabar tentangku&lt;br /&gt;Padahal saat-saat itu rindu benar-benar menggempur jiwaku&lt;br /&gt;(Seakan kita masih sehati saling merasa rindu diwaktu yang sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berkali kau menyakitiku&lt;br /&gt;Membuat mata ini menangis&lt;br /&gt;Tapi, rinduku padamu tak pernah terkikis&lt;br /&gt;Kau tetap ada dalam jiwa dan darahku&lt;br /&gt;Kau tetap ada, sampai saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwaku menangis&lt;br /&gt;Ingin bertemu kamu&lt;br /&gt;Tapi aku masih punya malu&lt;br /&gt;Tak pantas rasanya aku masih mengharapmu&lt;br /&gt;Sekuat tenaga kutahan&lt;br /&gt;Tidak menghubungi maupun mencari tahu&lt;br /&gt;Dan biarkan rindu ini tetap mengembara di udara&lt;br /&gt;Tak ada lagi kesempatan untuk bersua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindumu&lt;br /&gt;Tapi, aku tahu&lt;br /&gt;Rinduku padamu sungguh terlarang&lt;br /&gt;Aku telah jadi isteri orang&lt;br /&gt;Dan kau pun mungkin sudah jadi suami orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kusimpan rasa ini diam-diam&lt;br /&gt;Rinduku terpendam dan tak akan ada labuhan&lt;br /&gt;Tak kan kubuka celah untuk kita bersama&lt;br /&gt;Karena akan banyak hati dan jiwa yang terluka&lt;br /&gt;Biarlah kau jadi kenangan&lt;br /&gt;Biarlah bayanganmu selalu hidup dalam jiwaku&lt;br /&gt;Sampai aku benar-benar bisa melupakanmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2675714495020490925?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2675714495020490925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/aku-merindumu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2675714495020490925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2675714495020490925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/aku-merindumu.html' title='AKU MERINDUMU'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-5189176265612422463</id><published>2010-05-07T12:26:00.000+07:00</published><updated>2010-05-07T13:04:25.967+07:00</updated><title type='text'>SUNGGUH AKU SANGAT KECEWA</title><content type='html'>Jum'at, 7 Mei 2010&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagai petir menyambar, aku kaget sekali ketika mendapat telepon kalau kamu tidak jadi mendaftar kuliah. Kamu lebih memilih untuk tinggal di rumah saja. Katamu, tunanganmu melarang kamu kuliah, bahkan sebenarnya kau kerja di dealer pun dia keberatan. Oh itu rupanya yang membuatmu ragu untuk kuliah. Kau selama ini beralasan bingung siapa yang membiayai. Bahkan sudah kuyakinkan berkali-kali, kalau aku siap untuk berkorban, mengusahakan biaya kuliahmu nanti yang penting kamu lolos ujian masuk. Ternyata ini sebenarnya yang terjadi. Ibu, kau ternyata menuruti kemauan anakmu yang tersayang. Kau dukung dia, kau tak inginkan dia berkembang. Kau percayakan dia pada orang yang nanti belum tentu jadi jodoh hidupnya. Tunangan bisa putus kapan pun kalau tidak bisa menjaga komitmen. Sedangkan kesempatan yang jelas-jelas terpampang di depan mata di lewatkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kecewa. Sangat kecewa. Berarti benar ternyata kalau mereka tak mementingkan pendidikan. Apalah arti pekerjaan dengan gaji bagus tapi terpisahkan jarak, tidak kumpul sama keluarga, dan harus jauh-jauh ke negeri nun jauh disana? Dan mengapa orang yang belum resmi jadi suamimu sudah mengatur-ngatur hidupmu. Dan bodohnya mengapa kau menurut saja hidupmu kau atur-atur? Kau tidak bisa mengambil keputusan untuk hidupmu sendiri. Kau gantungkan masa depanmu untuk sesuatu yang belum pasti. Kau tak berani bicara langsung padaku, mengapa harus lewat perantara? Sia-sia sudah aku capek-capek mencari soal-soal untuk ujianmu. Sia-sia semua usaha untuk memberimu pengarahan. Kau memang tak pedulikan aku. Kau lebih turuti perasaanmu. Cintamu telah mengalahkan akal sehatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah aku tak peduli lagi padamu. Aku tak peduli lagi, whatever yang terjadi padamu. Kau siakan kesempatan. Kau kecewakan aku. Kecewa. Kecewa. Kecewa. Berarti kau sudah dewasa. Kau sudah bisa menentukan pilihan. Semoga saja ini pilihan yang terbaik buat hidupmu, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Resiko tanggung sendiri, kalau ada apa-apa nanti, jangan libatkan diri ini. Siapalah diri ini, seorang kakak yang keberadaaannya tak pernah dihargai, olehmu, juga kedua orang tuamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah di Jakarta ini kusembuhi luka ini. Malas aku membayangkan ketemu kamu suatu saat nanti.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kau lewatkan kesempatan untuk hidup berkecukupan dan masa depan yang terjamin.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Relung jiwaku yang sedang bersedih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-5189176265612422463?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/5189176265612422463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/sungguh-aku-sangat-kecewa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/5189176265612422463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/5189176265612422463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/sungguh-aku-sangat-kecewa.html' title='SUNGGUH AKU SANGAT KECEWA'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1408906685066592703</id><published>2010-05-07T09:20:00.000+07:00</published><updated>2010-05-07T12:26:35.631+07:00</updated><title type='text'>UMURKU MAKIN BERKURANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dihari ini, 7 Mei 2010, 28 tahun yang lalu. Engkau mentakdirkan aku hidup di dunia ini lahir lewat seorang perempuan desa, perempuan sederhana. Alhamdulillah ya Allah, puji syukur aku panjatkan padaMu, sampai hari ini Engkau memberi kesempatan padaku untuk hidup. Terima kasih buat Ibuku, Suwasis, yang telah melahirkanku dengan pertarungan hidup dan mati, yang sebelumnya telah mengandungku sembilan bulan dengan lemah dan payah yang bertambah-tambah. Ampuni aku ibu, sampai umurku yang 28 tahun ini aku belum bisa membahagiakanmu, membuatmu nyaman dengan hidupmu. Aku masih seorang anak yang berjuang merasai makna hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Suamiku, Sudiro, terima kasih telah sabar selama ini menjadi pendampingku. Aku masih wanita biasa yang kadang tak bisa menguasai diri dan sering emosi. Maafkan aku, seiring bertambahnya umurku, aku masih belum bisa melayanimu dengan sepenuh hati, aku masih sering memikirkan diriku sendiri. Maafkan aku, sering menjadikanmu obyek pelampiasan kemarahanku, padahal marahnya sama siapa, yang kena ayah juga. Ayah, engkau sungguh suami penyabar. Engkau orang sederhana dan menerimaku apa adanya. Engkau tak pernah menuntutku menjadi orang lain. Engkau lebih senang aku menjadi diriku sendiri. Ayah, aku ingin  kau sedikit romantis. Tak cukup hanya mengantar dan menjemputku saja. Kau belum pernah memberiku setangkai bunga. hihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Keisha,...maafkan bunda, bunda masih sering menyakitimu, kita sering berantem. Bunda sering meninggalkanmu kuliah malam, dan sering pulang kantor telat. Maafkan ya sayang, kadang bunda berangkat kantor engkau masih bobo, dan pulang kantor engkau sudah bobo. Bunda hanya bisa menciumimu yang tertidur lelap. Meskipun bunda sering marah dan ngomelin kamu (duh, bener-bener tak pantas, mengomeli anak yang baru berumur tiga tahun) tapi bunda sangat sayang padamu. Bunda sering merasa berdosa, tak bisa menjadi ibu yang baik yang selalu menunggui dan menjagamu sepanjang hari. Bunda sering melarangmu berbuat ini itu. Mencegahmu mencoba ini-itu. Duh,...jangan-jangan kau tak nyaman jadi anak bunda, makanya kau lebih lengket sama ayah yang tak pernah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, di usiaku yang dua puluh delapan tahun ini, aku mohon ampunilah dosaku kepada orang tua dan mertuaku, karena aku belum bisa membahagiakan mereka. Ampunilah aku belum bisa menjadi istri solehah buat suamiku. Ampunilah aku belum bisa menjadi ibu yang baik buat buah hatiku. Ampunilah aku belum bisa menjadi majikan yang baik buat oarang yang membantu menjaga anakku dan membereskan pekerjaan rumah tanggaku. Ya Allah, semoga di umurku yang masih tersisa aku bisa memperbaiki diri. Bisa membantu kedua orang tua dan mertuaku, senantiasa berusaha mengontrol emosi, menjaga lisanku, berusaha agar menjadi istri yang solehah dan ibu yang baik, bertetangga dengan baik, menjadi abdi negara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak yang hamba minta, padahal hamba hanyalah makhlukMu yang hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada suatu siang yang sepi di ruangan kerjaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1408906685066592703?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1408906685066592703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/umurku-makin-berkurang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1408906685066592703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1408906685066592703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/umurku-makin-berkurang.html' title='UMURKU MAKIN BERKURANG'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1918938903248533846</id><published>2010-05-04T11:13:00.000+07:00</published><updated>2010-05-04T11:41:44.137+07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN ITU HARUS KAU MULAI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebongkah harapan kutitipkan padamu. Sebuah asa indah akan masa depan yang cerah kutitipkan di pundakmu. Aku yakin kau mampu untuk meraihnya, jika kamu mau. Kuharap, singkirkan egomu. Lupakan cinta sesaatmu. Jelas-jelas kau begitu mudahnya mengambil keputusan yang besar dalam hidupmu. Seakan masa mudamu akan berlalu begitu saja. Kau harus ambil kesempatan. Kesempatan itu tak akan datang dua kali. Dan keberuntungan itu takkan datang begitu saja tanpa perjuangan. Engkau harus lakukan. Kau punya bekal. Tahap 1 telah terlampaui. Saatnya kini kau fokus untuk bisa melalui tahap 2. Bukan, sekarang bukan saatnya untuk memikirkan tahap ketiga maupun tahap keempat. Semua ada waktunya. Tetapi, pikiranmu terlalu jauh. Kau sudah memikirkan bagaimana nanti hidup dan makan di kota besar dengan biaya mahal. Kau sudah menghitung-hitung, kira-kira selama tiga tahun akan menghabiskan rupiah tiga puluh lima juta. Pfuhhh,.....khayalan tingkat tinggi. Gemas aku,...kesal aku jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba untuk sms kamu, menyemangatimu, memberikan sedikit wejangan pada hatimu yang sedang gusar. Ternyata, ibu juga punya pikiran yang sama. Biaya-biaya-biaya. Uang-uang-uang. Semua butuh uang. Semua perlu uang. Tapi pliss deh! dalam keadaan sekarang ini yang lebih dipentingkan adalah kesiapan menghadapi persaingan. Sainganmu, yang sama-sama ingin dan berambisi kuliah disitu adalah ratusan ribu jumlahnya. Jika saat ini saja yang ada dalam pikiranmu hanya bagaimana untuk mendapatkan uang itu buat bekal hidup di Jakarta, adalah kesalahan besar. Saat ini sebaiknya engkau belajar. Pelajari soal-soal ujian yang telah lalu. Itu penting. Apa memang yang ada dalam pikiranmu hanya kawin? Kawin muda apa enaknya. masih anak-anak akan beranak pula. Kebebasanmu akan terampas. Kau belum tahu rasanya perjuangan mengubah nasib. Kau belum tahu rupa laki-laki di luar sana. Pidatoku padamu panjang lebar kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa memang cintamu telah benar-benar untuknya. Dulu, aku tak sepertimu. Aku bisa mengambil keputusan tepat buat hidupku. Aku rela meninggalkan Kang To, untuk meraih mimpiku. Aku tak peduli apa kata orang, toh aku tak mendengarnya, karena aku sudah berada di Jakarta. Dan kini, orang tua kita bangga kan denganku. Aku bisa menghidupi keluarga kecilku, juga sesekali mengirimkan uang buat ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kau mengikuti jejakku. Menjadi mahasisiwi manis, belajar giat. Menghindari drop out, lulus dengan nilai bagus dan dapat penempatan sesuai yang diinginkan. Bukankah itu bukan mimpi yang berlebihan? Itu hanya mimpi sederhana anak-anak desa yang ingin mengubah jalan hidupnya. Allah saja mengatakan, bahwa kemiskinan itu bisa diubah. Lewat do'a, kerja keras, dan usaha yang terus-menerus. Aku ingin kau jadi orang sukses. Lebih bahagia dariku.  Orang sukses menurutku yaitu yang bisa menghidupi diri sendiri, layak, tidak bergantung pada orang tua, dan  bahagia secara lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang masih kau ragukan. Kau takut pujaan  hatimu akan meninggalkanmu? Tak perlu kau takut. Jodoh telah diatur Tuhan. Kau masih bisa mencari yang lain. Aku tak mengurusi hubungan yang satu ini. Aku hanya ingin kau bisa kuliah di tempat yang bagus dan terjamin masa depannya. Karena kau juga tahu kan, aku tak bisa mendukungmu kuliah di tempat lain selain itu. Segala biaya itu urusan belakangan. Nanti biarlah aku dan masmu yang memikirkan. Raihlah mimpi, semangat,... Perjuangan itu harus kau mulai. Ubahlan nasibmu karena hanya kau yang bisa mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1918938903248533846?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1918938903248533846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/perjuangan-itu-harus-kau-mulai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1918938903248533846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1918938903248533846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/05/perjuangan-itu-harus-kau-mulai.html' title='PERJUANGAN ITU HARUS KAU MULAI'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1409890102488444129</id><published>2010-04-27T13:39:00.000+07:00</published><updated>2010-04-27T13:56:33.362+07:00</updated><title type='text'>TITIK BALIK KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2000, pertengahan bulan Juni-Juli-Agustus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesana kemari mencari jati diri. Yogya biasa kulalui sendiri. Mencari tempat kuliah yang murah dan punya masa depan cerah. Kulangkahkan kaki menuju Jalan Solo. Mengantri, diantara orang-orang yang penuh kepercayaan diri. Aku merasa kecil sekali. Ah, mungkinkah aku mampu. Aku hanyalah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang test masuk, kunaiki bisa jurusan Yogya dengan kesendirian. Ibuku mengantar sampai depan rumah dengan air mata tertahan, penuh kekhawatiran melepaskan anak gadisnya menempuh perjalanan tanpa teman. Yogya menjelang sore. Kucari alamat Bu Lek Tari yang tertera di selembar kertas lusuh dari ibu kostku. Bu Lek tari adalah adik dari Ibu kostku semasa SMA. Celebah Tahunan. kususuri jalanan komplek perumahan ini dengan tukang becak yang tak tahu daerah ini. Kupikir, yang mangkal di sekitar terminal pastilah tahu alamat ini. Ternyata perkiraanku salah. Muter-muter, tak ketemu juga. Tiba-tiba saja, aku melihat Bu Lek Tari yang baru pulang dari melayat salah seorang tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Bu Lek Tari cukup besar dan mewah menurut pikiranku kala itu. Anaknya, Rizki, sudah biasa akrab denganku kalau lagi main di rumah Budhenya yang notabene ibu kostku. Setelah mandi dan makan malam, aku diantar ke kamar atas. Sejenak merebahkan diri sebentar, menghilangkan segala capek. Kuselonjorkan kaki, sambil menatap pemandangan di seberang jendela. seperangkat komputer tergeletak begitu saja, dengan selembar plastik bening menutupinya. Sepi. Sunyi. Tapi aku mesti disini. Esok pagi, ujian saringan masuk harus aku lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba Ganung, mengetok kamar. Rupanya anak ibu kostku baru datang. Kata ibu kostku, mba Ganung memang berniat untuk mengantarku ujian besok. Malam ini, rencananya kami akan melihat mencari tahu, aku ujian di gedung mana. Akhirnya, malam itu, dengan mengendarai motor, kami pun menyusuri jalan-jalan Yogya, mencari lokasi ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, dengan diantar mba Ganung, sampailah aku ke tempat ujian. Waw,..ramai sekali. mereka adalah sainganku. hu..hu...hu. Kuucap doa berkali-kali. Kupasrahkan pada Allah, semoga dia memberikan jalan yang terbaik dan keputusan yang terbaik untukku. Bismillah. Ternyata ujiannya susah bener. Aku hanya mempelajari soal-soal yang dijual di sekitar tempat ujian. Tidak ikut lest maupun bimbingan belajar. Bener-bener nekad. Aku sadari dan maklumi kemampuan orang tuaku yang terbatas. Jangankan untuk mikir bayar bimbel. Untuk makan sehari-hari aja susah. Justru karena keadaan orang tuaku yang seperti ini yang memotivasi diriku untuk maju, untuk mengubah keadaan. Aku harus bisa. Semangat.   (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1409890102488444129?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1409890102488444129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/titik-balik-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1409890102488444129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1409890102488444129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/titik-balik-kehidupan.html' title='TITIK BALIK KEHIDUPAN'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-6445385418077782698</id><published>2010-04-27T13:23:00.000+07:00</published><updated>2010-04-27T13:38:14.145+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKHIR DARI UJIAN AKHIR NASIONAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         Sampai hari ini, bibirku masih terus mengucapkan puji syukur. Adikku ternyata lulus UAN. Alhamdulillah, ya Allah.  Nilainya cukuplah untuk ukuran kami. Kami tak muluk-muluk berharap padanya.  Selama ini aku ketar-ketir menunggu kelulusannya. Selama ini aku meragukan kemampuannya, bukan karena dia tak pintar, tapi karena anaknya yang moody, angin-anginan dan kadang tidak punya motivasi. Ayah dan Ibu pasti sangat senang dan bangga. Kelulusannya membuktikan pada kami keluarganya, bahwa sebenarnya dia bisa diharapkan untuk menata masa depannya. Adikku ini memang berbeda. Kalau aku, melakukan sesuatu, seperti belajar karena ada ujian adalah karena kemauanku untuk belajar agar mendapatkan nilai baik. Akan tetapi, adikku ini, belajar karena kami suruh, karena kami tungguin agar dia mau belajar, bukan belajar karena kesadaran diri sendiri.  Ya Allah, mudahkanlah langkahnya dalam meniti masa depannya. Jangan biarkan dia mengulang kesalahan yang sama yang pernah dibuatnya. Cukuplah selama ini kami menahan diri menghadapi semua kelakuannya. Semoga kelulusannya dari SMA ini, mengubah pola pikirnya, bahwa hidup bukan hanya untuk main-main, senang-senang, bahwa dia harus bisa mulai dari sekarang menentukan peta hidupnya.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;         Sekarang saatnya memikirkan hendak kemana adikku ini mendaftar kuliah. Tentunya pengin kuliah dengan biaya murah tapi masa depan terjamin. Tapi dimana? Aku punya keinginan dan pilihan. Sebuah Sekolah kedinasan dengan masa depan gemilang. Mungkinkah adikku mampu bersaing dengan pendaftar lain yang jumlahnya melebihi 130.000 orang? Sebuah sekolah kedinasan yang menerapkan sistem Drop Out(DO), dan disiplin yang ketat. Sebuah kampus impian tempat dimana jejak kakiku pernah terukir disana.  Semoga kamu bisa, Dik. Ayo buktikan pada kami, bahwa kau bisa bersaing, kau mampu meraih peluang.  Ya Allah, berilah yang terbaik buat adikku satu-satunya. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-6445385418077782698?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/6445385418077782698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/akhir-dari-ujian-akhir-nasional-sampai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6445385418077782698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/6445385418077782698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/akhir-dari-ujian-akhir-nasional-sampai.html' title=''/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-4033351343935234815</id><published>2010-04-22T15:38:00.000+07:00</published><updated>2010-04-22T15:43:41.688+07:00</updated><title type='text'>MAAFKAN AKU</title><content type='html'>Maafkan aku anakku, ketika aku tak bisa mendampingimu&lt;br /&gt;Aku sibuk dengan duniaku&lt;br /&gt;Aku sibuk mengurusi diriku sendiri&lt;br /&gt;Aku sibuk menata masa depanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku sayangku&lt;br /&gt;Ketika aku tak pernah mengikuti perkembanganmu&lt;br /&gt;Semua kepintaranku kutahu dari orang lain&lt;br /&gt;Aku bukan orang pertama yang mengetahuinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku sayangku,&lt;br /&gt;Ketika bersamamu, bukan kasih sayang yang aku berikan&lt;br /&gt;tapi marah, pelampiasan emosi yang kau dapatkan&lt;br /&gt;Aku bukan ibu yang baik&lt;br /&gt;tapi, aku akan selalu belajar agar menjadi lebih baik&lt;br /&gt;Mudah-mudahan aku bisa menyayangimu dengan setulus hati&lt;br /&gt;Agar masa kecilmu menyisakan cerita bahagia dan&lt;br /&gt;menjadi kenangan indah ketika kau dewasa nanti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-4033351343935234815?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/4033351343935234815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/maafkan-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4033351343935234815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/4033351343935234815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/maafkan-aku.html' title='MAAFKAN AKU'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-1061033360635402628</id><published>2010-04-22T10:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T13:25:45.932+07:00</updated><title type='text'>KETIKA KASIHKU TERBARING SAKIT</title><content type='html'>Rabu, 14 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang teratai, Rumah sakit Pemerintah di bilangan Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Sayangku, maafkan aku. ketika engkau sakit seperti ini aku tak bisa berbuat banyak untukmu. aku tak bisa melayanimu dengan sepenuh hati. aku tak bisa ikut merasakan rasa takutmu dan rasa sakitmu. aku melayanimu sebagaimana seorang istri melayani suaminya. aku menyuapimu, mengambilkanmu minum, dengan keadaan biasa. di ruang kelas dua ini, sempatkan berdoa untukmu setiap habis salat. agar operasimu berjalan lancar, dan kau cepat sehat. ketika jam sembilan pagi kau diantar perawat dengan kursi roda, langkah-langkah kakiku tertinggal dan tak bisa menjajari kursi rodamu. entahlah. apa mungkin karena badanku yang kian berlemak sehingga aku tak lagi selincah dulu. di ruang bedah sentral kuantar kau sampai ke dalam. badanmu dingin nian. rasa takutmu begitu kurasakan saat itu. aku pun berpikir dan memohon, Allah, berilah aku kesempatan lebih lama untuk menyayangimu, untuk melihat ketulusan cintamu. kau sudah memakai baju operasi. kutandatangani surat pernyataan operasi yang disodorkan petugas. kucium kau berulangkali. seakan aku tak ingin meninggalkanmu.          &lt;br /&gt;       Kutunggu dirimu dengan hati berdebar. setiap pintu terbuka dan kulihat ada yang keluar dari ruang operasi, kuharap itu kamu. dari pukul setengah sepuluh, menit demi menit berlalu, sepi menderaku meskipun sekeliling orang ramai menonton tv dan tertawa-tawa melihat lelucon dilayar kaca. ah,..apa bisa dalam keadaaan seperti ini, ketika mereka menunggu para saudara dan kularga yang tengah bergelut di ruang operasi, kok mereka seakan tiada beban. kubaca dzikir berulangkali. kemana aku mengadu segala sendu yang kini menderaku. hatiku dipenuhi rindu. pun pada ibuku aku enggan untuk memberitahu. berkali kulongok dari balik kaca ruang bedah sentral, sampai tiga kali aku nekad masuk dan menanyakan keadaanmu. petugas bilang kau masih ditangani dan menjelaskan bahwa operasi yang kau jalani memang lama. tak kuteguk sedikit pun minum. aku duduk dipojokan sambil melamun.&lt;br /&gt;      Ketika mendekati pukul dua siang aku pamit pada seorang ibu yang juga sedang menunggu, agar apabila aku dipanggil, engkau menungguku sebentar. di mushola yang kecil ini kukeluhkan padaMu ya Rabb segala cemas dan khawatirku. semoga kau baik-baik saja didalam sana. sampai selesai aku shalat dan duduk kembali di ruang tunggu engkau belum muncul juga. entah berapa kali aku smsan dengan atasanmu yang memantau dari tempat kerjamu. akhirnya lega juga ketika pukul setengah tiga sore namamu disebut. segera kuhampiri kamu yang masih dalam keadaan setengah sadar dengan mata terpejam. "siapa kamu, siapa kamu?" tanyamu saat itu. aku cemberut. masa sih kamu tak mengenaliku. kujajari dirimu yang terbaring dalam ranjang dorong. sampai di kamar, perawat ramai-ramai menurunkanmu ke tempat tidur. saat itulah engkau mulai tersadar dan kembali tertidur. aku lelah sekaligus mengucap alhamdulillah. rasa lapar tiba-tiba muncul. aku belum makan siang. tapi kantuk mengalahkan rasa laparku. aku pun tertidur disamping ranjangmu. perban memenuhi hidungmu, infus tertancap di kakimu, kau begitu lelah. menunggu kentut adalah membosankan. berkali-kali kau membolak balikkan badan berharap kentut segera datang. untunglah tanpa menunggu lama, datang juga. kusuapi kau sesendok demi sesendok air putih, kucuil roti dan kau makan dengan pelan. masa kritismu sudah lewat. kau pegang tanganku, "makasih mih,..sudah mendampingiku. kini aku yakin bahwa kau juga mencintaiku" bisikmu kala itu. ya,... aku emncintaimu dengan segala kesederhanaanmu. aku mencintaimu, lelaki biasa tapi setia, penuh perhatian pada keluarga. dan yang utama kau begitu mengasihi buah hati kita, si canti KEISHA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-1061033360635402628?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/1061033360635402628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/ketika-kasihku-terbaring-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1061033360635402628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/1061033360635402628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/ketika-kasihku-terbaring-sakit.html' title='KETIKA KASIHKU TERBARING SAKIT'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-9172303436094291336</id><published>2010-04-14T10:45:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T13:30:27.377+07:00</updated><title type='text'>OPERASI</title><content type='html'>Seminggu lalu kuajukan surat cuti. Suamiku akan operasi. Untunglah, akhirnya aku berhasil mengantongi surat cuti. Jadwal operasi hari rabu, 14 april 2010, tapi harus rawat inap sehari sebelumnya.  Selasa malam, 13 april 2010. Kutuju kamar 410, irna teratai di rs pemerintah di bilangan jakarta selatan. Ruangan yg berkapasitas 4 pasien ini hanya terisi 3 pasien termasuk suamiku. Ruang kelas dua. Tak sampe setengah jam sejak aku datang, kedua pasien yg sekamar dengan suamiku pamit pulang. Yah, sendirian. Kebayang bakal menghadapi malam panjang. Pantas saja, suamiku maunya di kelas tiga aja, biar banyak orang, ramai. Dan, malam pun dimulai. Ke kamar mandi pun aku takut, minta ditemani suami. Rasanya pengin cepat pagi. Jam sebelasan malam, baru aja lelap bentar terbangun karena suami muntah-muntah setelah disuntik antibiotik. Mungkin alergi obat. Untunglah tidak apa-apa. Jadinya gak bisa tidur lagi. Antara tidur dan gak tidur. Kini, aku menunggu dengan gelisah. Suamiku sedang menjalani operasi pengangkatan polip hidung. Ya Allah, lancarkanlah. Amien. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-9172303436094291336?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/9172303436094291336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/operasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9172303436094291336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/9172303436094291336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/operasi.html' title='OPERASI'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3330918749132223723.post-2714179773892693476</id><published>2010-04-08T13:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T13:45:19.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekapur Sirih'/><title type='text'>Untuk yang pertama kalinya</title><content type='html'>Untuk yang pertama kalinya,...&lt;br /&gt;Kurangkai kata demi kata&lt;br /&gt;merangkai cerita di dunia maya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3330918749132223723-2714179773892693476?l=bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/feeds/2714179773892693476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/untuk-yang-pertama-kalinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2714179773892693476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3330918749132223723/posts/default/2714179773892693476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundakeisha-bundakeisha.blogspot.com/2010/04/untuk-yang-pertama-kalinya.html' title='Untuk yang pertama kalinya'/><author><name>bundakeisha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575646339784220461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
